Rakyat Sudan Mengutuk Pertemuan Petinggi Sudan dan Israel

0
100

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) dan Abdel Fattah Al-Burhan, Presiden Dewan Transisi Sudan. Sumber(Al-Alam)

Khartoum,LiputanIslam.com—Pertemuan antara Kedua Dewan Transisi Sudan, Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Kampala pada Senin (3/2) lalu mendapatkan kecaman keras dari rakyat Sudan.

Menurut keterangan sumber-sumber Israel yang dikutip oleh Aljazeera Arabic, menyatakan bahwa dalam pertemuan itu Abdel Fattah al-Burhan meminta Netanyahu untuk membujuk Amerika Serikat (AS) agar meringankan sanksinya terhadap Sudan dan menghapus negara itu dari daftar negara teroris.

Sebagai gantinya, Netanyahu meminta Al-Burhan agar membuka wilayah udara Sudan untuk penerbangan Israel dari Amerika Latin.

Baca: Agen Spionase AS Tertangkap di Iran dan Akan Dihukum Mati

Rakyat Sudan dan mayoritas partai di negara itu menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (5/2) untuk menolak segala bentuk upaya normalisasi hubungan dengan Israel. Mereka menilai persoalan Palestina adalah masalah prinsip yang tak bisa ditawar dan rakyat Palestina berhak untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerussalem al-Quds sebagai ibukotanya.

Bahkan, para demonstran mengancam akan menjatuhkan rezim jika terlalu nekat membangun hubungan dengan Israel. (fd/Al-Alam)

DISKUSI: