Partai Arab Bersatu Bekukan Dukungan untuk Kabinet Israel

0
276

Tel-Aviv, LiputanIslam.com- Partai Arab Bersatu pada Senin (18/4) mengumumkan pembekuan partisipasinya dalam Kabinet Israel. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes akibat berlanjutnya agresi Tentara dan pemukim Zionis ke Masjid Aqsa dan bentrokan dengan warga Palestina di pelataran Masjid.

Menurut laporan al-Mayadeen, partai yang dipimpin Mansour Abbas dan memiliki 4 kursi di Knesset ini mengungkapkan, pihaknya membekukan keikutsertaan dalam Kabinet Naftali Bennett. Dalam statemen Partai Arab Bersatu dijelaskan, jika Kabinet Israel masih melanjutkan agresi-agresi di Quds, para legislator dari partai ini akan mengundurkan diri secara serentak.

Media-media Palestina pada Senin kemarin mengunggah berita mengenai para pemukim Zionis kembali memasuki Masjid Aqsa, di bawah pengawalan ketat Tentara Israel.

Sebelum ini pada (6/4) anggota sayap kanan Knessett (Parlemen Israel), Idit Silman mengabarkan pengunduran dirinya dari Koalisi Kabinet Israel.

Jerusalem Post menyampaikan bahwa dengan pengunduran diri Silman, Kabinet Israel sudah kehilangan mayoritas di Parlemen. Jika satu orang lagi juga mundur, maka Kabinet akan bubar dan Israel harus kembali mengadakan Pemilu untuk kesekian kalinya.

Setelah mengumumkan pengunduran dirinya, Silman menjelaskan alasan tindakannya. Ia berkata bahwa dirinya merasa “sudah tidak sanggup lagi (dengan situasi saat ini)” dan mengaku tidak dapat lagi mencederai apa yang disebutnya sebagai “identitas Yahudi Israel” lebih dari ini.

Kabinet Koalisi Isarel terbentuk dari partai-partai sayap kanan, kiri, dan moderat. Bahkan sebelum Silman mengundurkan diri, Kabinet Bennett memiliki mayoritas yang rapuh. Dari total 120 suara di Knesset, Kabinet ini hanya memiliki 61 suara.

Dengan mundurnya Silman, Kabinet hanya memiliki 60 suara dan mengakibatkan tidak bisa lagi mengajukan UU di Knesset. Benar bahwa untuk sementara ini, Kabinet Bennett masih bisa bertahan, dengan syarat tidak ada pengunduran lain lagi.

Apabila para legislator dari Partai Arab Bersatu mengundurkan diri, maka Kabinet Bennett hanya akan memiliki 56 suara dari total 120 suara. Maka yang terjadi, Kabinet akan menghadapi situasi yang lebih berat dan secara resmi tidak bisa lagi mengesahkan UU apa pun. (af/fars)

Baca Juga:

Kabinet Israel Terancam Bubar

Meski Diintimidasi, Atwan Teguh Bela Palestina

DISKUSI: