Paradoks Ivanka Trump: Apresiasi HAM Tapi Diam Soal Penyiksaan Pada Aktivis di Saudi dan UEA

0
6

Sumber foto: The Jerussalem Post

Washington,LiputanIslam.com—Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendapat pujian dari Ivanka Trump atas kemajuan yang mereka buat untuk memajukan hak-hak kaum perempuan. Namun, anak perempuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu justru bungkam terhadap berbagai kasus penyiksaan yang dialami oleh sejumlah aktivis perempuan di dua kerajaan itu.

Dalam pidatonya pada Forum Perempuan Global di Dubai dua hari lalu (16/2), Ivanka mengapresiasi negara-negara kaya minyak di kawasan atas perubahan signifikan yang mereka tunjukkan terhadap hak-hak perempuan.
“Kita tahu, jika para perempuan mendapat kebebasan, maka keluarga akan berkembang, komunitas akan maju, dan negara pun akan semakin kuat,” ucapnya.

BacaPakar AS: Jika Pompeo Dibunuh di Baghdad, AS Tak Berhak Menggugat

Ivanka mengapresiasi para petinggi di Saudi dan UEA yang telah menghapus tembok penghalang bagi para perempuan untuk ikut andil mengembangkan negara.

Ia menyoroti ketimpangan jender yang berlaku di UEA. Menurutnya, 70% lulusan UEA adalah perempuan. Namun, perempuan hanya bisa menyumbang 10 % pendapatan nasional.

Sayangnya, Ivanka tidak mengungkit berbagai pelanggaran yang dialami oleh para aktivis perempuan baik di Arab Saudi maupun UEA. Menurut laporan Middle East Monitor (MEMO), tercatat 145 pelanggaran terhadap perempuan di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

BacaKontradiksi Soal Teror Soleimani Menyeret Pompeo ke Kongres

Salah satu korban penyiksaan itu bernama Loujain Al-Hathloul. Dilaporkan oleh Memo, perempuan itu telah disetrum dan mengalami pelecehan seksual oleh pihak berwenang Arab Saudi. Bahkan, penasehat senior kerajaan, Saud Al-Qahtani, dikabarkan telah mengancam akan memperkosa dan membunuh Al-Hathloul secara pribadi.

Menurut keterangan Memo, Al-Qahtani dicurigai sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis senior Jamal Khashoggi, jurnalis yang selalu kritis terhadap berbagai kebijakan kerajaan Arab Saudi. (fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS: