Kontradiksi Soal Teror Soleimani Menyeret Pompeo ke Kongres

0
140

Washington,LiputanIslam.com-Kepala komite luar negeri DPR AS menyatakan, laporan yang dikirim pemerintah ke Kongres terkait pembunuhan Qassem Soleimani bertentangan dengan klaim Donald Trump.

Sebelum ini, Trump mengklaim, motif teror atas Soleimani adalah mencegah serangan ke kedubes dan militer AS.

“Pemerintah mengirimkan laporan sesuai konstitusi ke Kongres. Laporan itu berisi justifikasi konstitusional dan politis untuk serangan udara yang membunuh Jenderal Soleimani,”kata Eliot Engel.

“Laporan pemerintah tidak menyinggung sama sekali ancaman dalam waktu dekat (terhadap AS). Ini menunjukkan bahwa alasan yang dikemukakan Presiden kepada rakyat adalah bohong,”imbuhnya.

“Lebih buruk lagi, pemerintah juga berbohong kepada Kongres untuk membenarkan tindakannya. Kongres diklaim telah mengizinkan serangan semacam ini berdasarkan resolusi 2002. Teori ini salah besar. Resolusi 2002 hanya dikeluarkan untuk menghadapi Saddam Hussein.”

Engel menegaskan, resolusi ini tak ada kaitannya dengan Iran, atau pejabat pemerintah Iran dan Irak. Dengan kata lain, setelah 18 tahun, resolusi ini tidak bisa digunakan untuk membenarkan pembunuhan seorang pejabat Iran.

“Keputusan untuk membunuh Soleimani telah meningkatkan ketegangan dengan Iran. Ini memicu potensi perang dengan Iran, yang tak dikehendaki rakyat AS dan juga tak diizinkan Kongres,”tandasnya.

“Penjelasan palsu ini tidak lagi berguna setelah terbongkarnya fakta. Kami butuh jawaban dan kesaksian. Sebab itu, kami menantikan kehadiran Mike Pompeo (menlu AS) untuk bersaksi di sidang terbuka 28 Februari nanti. Sidang ini akan membahas kebijakan soal Iran dan Irak, termasuk serangan udara atas Soleimani dan wewenang perang,”pungkas Engel. (af/alalam)

Baca Juga:

Jenderal Qassem yang Semakin Berbahaya bagi AS

CNN Rilis Ulang Berita Bohong tentang Suriah

DISKUSI: