Pakar AS: Jika Pompeo Dibunuh di Baghdad, AS Tak Berhak Menggugat

0
180

Washington,LiputanIslam.com-Seorang pakar politik AS menyatakan, setelah AS membunuh Qassem Soleimani-itu pun bukan dalam situasi perang-jika suatu waktu nanti menlu AS diteror di Baghdad, Washington tidak berhak untuk menuntut. Sebab, AS sendiri yang telah memulai teror atas tokoh-tokoh negara lain.

Hal ini diutarakan Joseph Nye dalam acara GPS di stasiun televisi CNN yang dipandu Fareed Zakaria.

Dalam acara yang membahas peran moral dalam kebijakan luar negeri AS itu, Zakaria mengatakan,”Saat kita melihat Donald Trump, dia sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak peduli soal moralitas. Dia mengaku sama sekali tidak khawatir soal ini.”

Zakaria lalu bertanya kepada Nye: apakah Trump dalam hal ketidakpedulian kepada moralitas berbeda dengan para presiden terdahulu?

“Dia (Trump) lebih amoral daripada presiden mana pun yang saya sebut dalam buku saya (13 presiden sebelum Trump). Sebagai contoh, ketika Jamal Khashoggi dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul, Trump hanya mengatakan,’Kalian harus melupakan masalah ini (sebab ini tidak terlalu penting),”kata Nye.

“Trump berpendapat, dunia adalah tempat yang berbahaya dan kejadian semacam ini sangat banyak terjadi. Bahkan Wall Street Journal, yang merupakan media konservatif di AS, menyatakan,’Dalam menanggapi pembunuhan Khashoggi, (alih-alih meremehkannya) seharusnya Trump bicara lebih banyak soal ‘norma-norma AS’,”imbuhnya.

Nye menegaskan, dengan membunuh Soleimani di negara ketiga dan bukan dalam situasi perang, Trump pada hakikatnya telah membatalkan perintah eksekutif Gerald Ford (presiden AS ke-38). Sebab, kata Nye, usai berakhirnya perang Vietnam, Ford dalam instruksinya secara gamblang menyatakan,”Kita (AS) tidak akan melancarkan operasi untuk meneror pihak-pihak lain.” (af/alalam)

Baca Juga:

Komandan IRGC: Balasan Terhadap AS Belum Selesai, Cita-Cita Tertinggi Soleimani Harus Tercapai

Sayid Nasrallah: Timteng Masuki Era Konfrontasi Anti AS dan Israel

 

DISKUSI: