Para Pangeran Tahanan Saudi Minta Bantuan AS untuk Hadapi Bin Salman

0
150

Riyadh,LiputanIslam.com-Harian New York Times mengabarkan, sejumlah tahanan ternama di Saudi berusaha menjalin kontak dengan pelobi-pelobi berpengaruh dan korporasi yang dekat dengan Donald Trump.

Tujuan mereka adalah meminta bantuan untuk melawan kebijakan-kebijakan diktator Muhammad bin Salman dan mengakhiri pemberangusan politik di Saudi.

Salah satu pelobi yang dihubungi para pangeran Saudi adalah Barry Bennett. Bennett adalah seorang ahli strategi dari Partai Republik dan konsultan kampanye Trump di pilpres 2016.

Kepada New York Times, Bennett mengaku telah membuat kesepakatan dengan seorang pangeran Saudi yang sangat terkenal. Tanpa menyebut namanya, Bennett hanya mengatakan bahwa dia adalah salah satu rival Putra Mahkota Saudi.

Menurut harian AS ini, para pengacara dan keluarga para pangeran yang ditahan itu berpaling kepada AS, usai mereka tidak bisa mengandalkan keadilan dari para pejabat Saudi.

Tindakan para pangeran Saudi ini kian memperjelas adanya perselisihan internal di tengah Dinasti Saud, sekaligus merupakan ancaman besar bagi Bin Salman.

New York Times mencontohkan, seorang mantan staf Bin Salman pada hari Jumat pekan lalu telah menandatangani kesepakatan senilai 2 juta dolar dengan perusahaan Robert Stryk, seorang pelobi yang dekat dengan Trump.

Salah satu pangeran terkemuka Saudi yang ditahan Bin Salman baru-baru ini adalah Pangeran Faisal bin Abdullah Al Saud, putra raja Saud sebelum ini dan mantan ketua Bulan Sabit Merah Saudi. Ia ditahan oleh Pemerintah Saudi pada Maret lalu. (af/alalam)

Baca Juga:

Media Inggris Ungkap Motif Penangkapan Dua Pangeran Senior Saudi

Majalah Prancis: Pengetatan Ekonomi akan Goyahkan Tiang Pemerintahan Saudi

DISKUSI: