Majalah Prancis: Pengetatan Ekonomi akan Goyahkan Tiang Pemerintahan Saudi

0
130

Riyadh,LiputanIslam.com-Majalah Prancis, Capital, dalam laporannya membahas program pengetatan ekonomi yang dijalankan Saudi, menyusul turunnya harga minyak dan kemunculan pandemi Corona.

Menurut Capital, warga Saudi yang sebelumnya hidup dalam periode keemasan, tiba-tiba saja harus menghadapi kenyataan pahit pemberlakuan pengetatan ekonomi.

“Saat ini, Saudi menanggung beban berat dampak turunnya harga minyak dan program pengetatan ekonomi yang diumumkan Menkeu Saudi Muhammad al-Jadaan. Program ini telah memupus impian para pemuda Saudi untuk membangun rumah,”tulis Capital, seperti dikutip al-Quds al-Arabi.

Riyadh telah menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 3 kali lipat sejak 11 Mei dan menghentikan bantuan sosial untuk warga.

Capital menilai, keputusan Pemerintah Saudi di tengah pandemi Corona ini bisa berujung pada perubahan membahayakan, sebab keputusan ini menggoyahkan fondasi pemerintahan.

Keputusan ini juga telah menghadapkan sebagian besar warga Saudi dengan berkurangnya pendapatan dan kelangkaan lapangan kerja. Padahal, menurut Capital, sebelum ini warga Saudi tidak pernah mengenal konsep pajak.

Hal ini disebut Capital bisa memicu kemarahan warga Saudi kepada Muhammad bin Salman. Terlebih sebelum ini, Pemerintah Saudi telah mengeluarkan uang “di tempat-tempat yang keliru.”

Di antara investasi keliru Saudi adalah tawaran untuk membeli klub sepakbola Newcastle sebesar 372 juta dolar, pembelian saham di kapal pesiar Carnival senilai 775 juta dolar, atau investasi sebesar 450 juta dolar di Live Nation Entertainment.

Majalah Prancis ini memprediksi, defisit anggaran Saudi tahun ini akan menyentuh angka 112 milyar dolar, yang merupakan sebuah rekor. (af/alalam)

Baca Juga:

Ansharullah: Ekonomi Saudi Bisa Selamat dengan Mengakhiri Koalisi Agresi ke Yaman

Aktivis Yaman: Iran Sudah Sampai ke Luar Angkasa, Tapi Saudi Belum Mampu Pijak Sanaa

DISKUSI: