New York Times: Musim Panjang Kerusuhan di AS Telah Dimulai

0
190

Washington,LiputanIslam.com-Harian New York Times menyinggung sejumlah krisis terbaru di AS, termasuk pandemi Corona dan unjuk rasa ricuh sebagai protes atas tewasnya warga kulit hitam di tangan polisi. Harian ini menyebut AS sebagai “gudang mesiu.”

“Dalam dua bulan terakhir, kondisi AS seperti adegan-adegan awal film tentang kota hancur yang luluh lantak. Awalnya, pandemi Corona datang dan mengacaukan rumah-rumah sakit di New York…Setelah itu, beredar video seorang opsir polisi yang menekankan lututnya di leher pria kulit hitam bernama George Floyd,”tulis New York Times, seperti dilansir Tasnim.

Seraya menyinggung ancaman Donald Trump untuk menembak para pengunjuk rasa, harian ini menyatakan bahwa masa kepresidenan Trump dibarengi dengan insiden-insiden kekerasan yang dilakukan  radikal sayap kanan.

“Kerusuhan kelompok sayap kanan di Charlotteville, pembantaian di Gereja Pitsburg, dan penembakan massal ke arah warga Latin di El Paso, semua ini terjadi di masa kepresidenan Trump,”tulis New York Times.

Harian ini menyatakan, tampaknya AS tengah berada di ambang musim panas panjang yang disertai kerusuhan domestik.

“Saat ini, ada banyak faktor yang membuat AS di ambang ledakan besar: angka pengangguran tinggi, pandemi yang menunjukkan kesenjangan ekonomi dan kesehatan secara kasat mata, para remaja yang berkeliaran tanpa tahu apa yang mesti dilakukan, kekerasan polisi, kelompok sayap kanan yang sudah gatal memicu perang saudara, dan seorang presiden yang siap menuang bensin di atas api menyala,”pungkas New York Times.

Unjuk rasa yang awalnya bermula di Minneapolis, Ibu Kota Negara Bagian Minnesota, kini telah menjalar ke negara-negara bagian AS lain.

Beberapa waktu lalu, Jaksa Agung AS, William Barr, melarang warga melintasi negara bagian lain untuk ikut dalam unjuk rasa. Barr menyatakan, tindakan ini akan dianggap sebagai bentuk kriminal dan akan dijatuhi hukuman. (af/tasnim)

Baca Juga:

Guardian: Kepemimpinan Trump Telah Berakhir

IRGC: AS Membekali dan Melatih Teroris untuk Melawan Iran

DISKUSI: