Mogok Makan, Kondisi 11 Tawanan Palestina Memburuk

0
262

Gaza,LiputanIslam.com-Komite Urusan Tawanan Palestina mengumumkan, 11 tawanan Palestina yang melakukan mogok makan sebagai protes atas penahanan administratif, telah menunjukkan tanda-tanda kelemahan serta mengalami sakit kepala dan persendian.

Hasan Abdurabbih mengatakan, setelah berlalunya 7 hingga 10 hari dari pemogokan makan yang dilakukan para tawanan ini, kondisi jasmani mereka mulai melemah.

Ia menyatakan, pemogokan makan ini bertujuan untuk memprotes kebijakan penahanan administratif 45 tawanan di penjara-penjara Rezim Zionis.

Para tawanan yang ditangkap di berbagai kota dan desa Palestina serta dibawa ke tempat-tempat penahanan, bersatu dengan menanggung rasa lapar demi kebebasan. Rasa lemah, berkurangnya berat badan, serta sakit kepala dan persendian tidak menghalangi tekad mereka untuk melanjutkan perlawanan.

Abdurabbih mendesak dibentuknya sebuah kampanye internasional guna menekan Rezim Zionis untuk membebaskan para tawanan yang mogok makan itu.

“Lambung kosong” adalah senjata yang terbukti efektif sebelum ini. Contohnya adalah yang dilakukan Ghadanfar Abu Atwan, tawanan Palestina yang dibebaskan setelah mogok makan selama 65 hari. Selain itu, menurut Komite Tawanan, 99 persen tuntutan para pelaku mogok makan ini dikabulkan.

Sedikitnya 5.300 tahanan Palestina berada di 23 penjara dan rumah tahanan Israel. 40 dari mereka adalah wanita, 250 anak-anak, dan 540 dari mereka adalah tahanan administratif. (af/alalam)

Baca Juga:

Snowden: Ada Kemungkinan HP Biden juga Diretas Spyware Israel

Soal Masjid Al-Aqsa, Para Pejuang Palestina Beri Peringatan Terakhir terhadap Israel

DISKUSI: