Menteri Imigrasi Israel: Rencana Aneksasi Dihapus dari Agenda Kerja Kabinet

0
73

TelAviv,LiputanIslam.com-Dalam kelanjutan nasib tak menentu terkait rencana aneksasi Tepi Barat, Menteri Imigrasi Israel pada hari Senin (13/7) mengabarkan, rencana ini sudah tidak ada dalam agenda kerja Kabinet Rezim Zionis.

Menurut laporan Arutz Sheva, Pnina Tamano-Shata mengatakan bahwa Kabinet tidak mengagendakan rencana aneksasi, sebab saat ini bukan merupakan prioritas Tel Aviv.

Tamano, yang merupakan anggota Partai Blue and White (pimpinan Benny Gantz), menjelaskan bahwa partainya menghendaki rencana aneksasi dihapus dari agenda kerja Kabinet. Tanggal implementasi rencana ini juga belum ditentukan.

Menurutnya, prioritas utama Kabinet Israel saat ini adalah menghadapi persebaran Covid-19. “Kami memahami bahwa di saat sekarang, semua masalah harus dikesampingkan. Hal terpenting saat ini adalah problem virus Corona,”kata Tamano.

Arutz Sheva mengutip pernyataan Tamano, bahwa rencana aneksasi hanya bisa diimplementasikan melalui jalur diplomatik, itu pun di masa mendatang, bukan sekarang.

“Keseluruhan rencana aneksasi adalah sebuah masalah diplomatik serius, yang hanya bisa dilaksanakan dalam proses pertanggung jawaban,”tandasnya.

Sebelum ini, Kabinet Israel berjanji akan melaksanakan aneksasi pada awal Juli. Menurut Haaretz, rencana ini diundur karena sebenarnya aneksasi digulirkan sejak awal guna mengalihkan perhatian dari kasus korupsi Benyamin Netanyahu.

Televisi Israel juga mengabarkan, Gedung Putih menekan Tel Aviv untuk menghentikan rencana aneksasi, sampai Netanyahu bisa menarik dukungan dari Partai Blue and White. (af/fars)

Baca Juga:

Menteri Intelijen Israel: September adalah Peluang Terakhir untuk Aneksasi

Bantah Ada Bocoran Informasi, IRGC Bersumpah akan Terus Berjuang Menuju Kemusnahan Israel

DISKUSI: