Menlu Lebanon: Kami Berada dalam Kondisi Perang dengan Israel

0
713

Beirut,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan harian Independent edisi bahasa Arab, Menlu Lebanon menyatakan, dikarenakan geografi politisnya, Lebanon adalah negara yang menerima dampak paling besar, namun memberikan pengaruh paling sedikit dalam perang langsung atau proksi di kawasan.

Saat ini, kata Nasif Hatti, Lebanon tengah berupaya untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Arab lain melalui dialog.

Hatti menegaskan, kebijakan luar negeri Lebanon adalah bersikap netral dan tidak mencampuri urusan negara-negara Arab atau regional.

“Hal penting bagi kami adalah memiliki hubungan terbaik dan terkuat dengan negara-negara sahabat, serta membangun jaringan hubungan internasional yang didasari penghormatan terhadap kedaulatan negara lain dan tidak mengintervensi urusan mereka,”tandas Hatti.

Terkait serangan nirawak Israel pada Rabu (15/4) lalu ke mobil milik Hizbullah di perbatasan Lebanon-Suriah, Hatti mengatakan,”Lebanon berada dalam kondisi perang dengan Israel; Israel yang melanggar zona udara dan kedaulatan Lebanon untuk menyerang sebuah kendaraan sipil.”

“Setiap agresi ke Lebanon, baik dari darat, laut, atau udara, adalah tindakan terkutuk. Kami akan mengadukannya ke Dewan Keamanan PBB. Sikap kami sudah jelas, terlepas dari siapakah yang ada di mobil tersebut,”imbuhnya.

Menurut sumber-sumber al-Quds al-Arabi, target Israel dalam serangan nirawak itu adalah salah satu komandan Hizbullah bernama Hajj Imad. Rudal pertama yang ditembakkan meleset dari sasaran, sehingga penumpangnya sempat keluar dari mobil sebelum rudal kedua mengenainya. Hajj Imad sendiri dikabarkan lolos dari upaya teror tersebut. (af/alalam)

Baca Juga:

Perwira Hizbullah Gugur, Mossad Dicurigai sebagai Pelakunya

Warga Israel Banjiri Kebun Anggur Palestina dengan Limbah

DISKUSI: