Menlu Irak Sebut ISIS Berupaya Aktif Kembali di Irak dan Suriah

0
76

Baghdad,LiputanIslam.com-Menlu Irak Fuad Hussein dalam pertemuan dengan Wakil Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrel di Brussels meminta agar nama Irak dihapus dari daftar “negara-negara berbahaya terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.”

Menurut laporan Sumaria News, dalam statemen Kemenlu Irak terkait pertemuan ini disebutkan bahwa Hussein mengapresiasi pendirian Uni Eropa terhadap Irak. Menlu Irak juga meminta perluasan kerjasama dengan Uni Eropa di berbagai bidang.

Hussein mengatakan, Irak menghormati kedaulatan negara-negara lain dan tidak ikut campur dalam urusan mereka. Di lain pihak, negara-negara tetangga Irak juga mesti menghindari intervensi urusan Baghdad.

Menlu Irak menegaskan, negaranya tidak boleh menjadi ajang konflik berbagai pihak, atau dijadikan titik awal untuk melancarkan serangan ke negara lain.

Terkait perang Irak melawan terorisme, Hussein mengatakan bahwa aktivitas para teroris masih berlanjut di sejumlah titik. Menurutnya, kelompok-kelompok teroris ini berusaha merekonstruksi diri mereka di Irak dan Suriah.

Dengan dibebaskannya Mosul pada tahun 2017 lalu dan berakhirnya kekhalifahan ISIS, sejumlah besar sel-sel senyap teroris bersembunyi di beberapa provinsi Irak, terutama Diyala, Kirkuk, Salahudin, al-Anbar, dan Nineveh. (af/alalam)

Baca Juga:

AS akan Segera Kurangi Jumlah Pasukannya di Irak Menjadi 3000 personil

Irak Umumkan Sikap Resminya Terkait Normalisasi UEA-Israel

DISKUSI: