Mantan Presiden Lebanon: Suriah akan Keluar dari Ujian “Hukum Caesar” dengan Kepala Tegak

0
87

Beirut,LiputanIslam.com-Mantan Presiden Lebanon menyinggung tekanan-tekanan atas Suriah, juga soal Hukum Caesar yang mulai diberlakukan besok (Rabu 17/6). Emile Lahoud menyatakan, Presiden Bashar Assad tidak akan tunduk terhadap tekanan-tekanan ini. Dengan demikian, semua upaya Washington akan gagal.

“Sejak munculnya krisis di Suriah, kami yakin bahwa Damaskus, dengan presidennya, akan keluar sebagai pemenang dan menciptakan perimbangan baru. Perimbangan baru ini adalah bukti bahwa Arab bukan suapan yang mudah ditelan AS. Juga bukti bahwa semua upaya untuk mengubah krisis Suriah menjadi perang sektarian akan gagal, kendati didukung dengan aliran dana, konspirasi, dan isu-isu yang disebar,”kata Lahoud.

“Hukum Caesar tidak hanya menargetkan Suriah, tapi juga menyasar Lebanon. Sayangnya, ada sebagian pihak yang membiarkan negara sahabat (Suriah) dibakar, tanpa menyadari bahwa percikan apinya bisa mengenai mereka,”imbuhnya.

Lahoud menandaskan, para konspirator harus tahu bahwa Suriah, dengan bantuan para sekutunya, akan keluar dari ujian ini dengan kepala tegak.

“Sudah tiba saatnya kita memerangi para penjajah dan berdiri di samping negara-negara yang memberi bantuan saat kita membutuhkannya,”pungkas Lahoud.

Hukum Caesar menargetkan Presiden Suriah, para staf, korporasi, dan lembaga-lembaga yang memberikan dukungan dana dan teknologi kepada Pemerintah Suriah. Hukum ini juga melarang korporasi asing terlibat dalam rekonstruksi Suriah. Singkat kata, Hukum Caesar adalah upaya untuk menghancurkan ekonomi Suriah secara keseluruhan. (af/mehr)

Baca Juga:

Rusia Dilaporkan Menyuplai Senjata Tentara Suriah untuk Serangan Baru di Idlib

BBC: Koalisi Anti-ISIS Hanya Incar Sumur Minyak Suriah

DISKUSI: