Majalah Prancis Hina Nabi Muhammad, Macron: Saya Tidak Mengecamnya

0
61

Paris,LiputanIslam.com-Sehari sebelum pengadilan atas kasus 13 terdakwa serangan ke kantor majalah Charlie Hebdo pada tahun 2015 lalu, majalah ini kembali memuat karikatur yang menghina Nabi Muhammad saw.

“Karikatur ini berkaitan dengan sejarah. Sejarah tidak bisa ditulis ulang, juga tak bisa dihapus,”tulis Charlie Hebdo sehubungan dengan dimuatnya karikatur kontroversial tersebut.

Prancis menganggap tindakan menghina ini sebagai bagian dari “kebebasan berpendapat.” Sebab itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak mengecam perbuatan majalah tersebut.

Seraya menolak untuk mengecam Charlie Hebdo, Macron mengatakan,”Saya tidak berada dalam posisi untuk bisa mengeluarkan vonis terhadap keputusan majalah untuk memublikasi ulang karikaturnya.”

Macron menghubungkan penghinaan terhadap Umat Islam ini dengan “masalah kebebasan berpendapat dan berkeyakinan.” Ia menambahkan,”Negara saya menjunjung kebebasan pendapat dan keyakinan. Namun di saat yang sama, warga Prancis mesti saling menghormati satu sama lain, serta menghindari dialog yang menyulut kebencian.”

Direktur Charlie Hebdo menyatakan, karikatur ini akan dimuat di halaman pertama berbarengan dengan pengadilan, dan ini adalah hal yang tak terhindarkan. Ia mengaku, sebelum ini majalahnya menolak untuk memublikasikan karikatur-karikatur baru dengan alasan tiadanya justifikasi logis.

Karikatur yang dimuat lima tahun lalu ini memicu kemarahan Umat Muslim Prancis dan negara-negara dunia lainnya. (af/tasnim)

Baca Juga:

Macron: Hizbullah Bagian Dari Sistem Politik Libanon dan Terpilih Secara Demokratis

Tunjukkan Solidaritas kepada Lebanon, Macron Dituding Hipokrit

DISKUSI: