Maduro: Venezuela dan Iran Berhak Tentukan Nasibnya Sendiri

0
76

Caracas,LiputanIslam.com-Presiden Venezuela Nicolas Maduro melalui akun Twitter-nya menegaskan, Venezuela dan Iran memiliki hak untuk menentukan nasib dan kedamaiannya sendiri.

“Kuba, Nikaragua, Suriah, Iran, dan negara-negara sahabat lain di dunia berhak untuk menentukan nasib dan kedamaian mereka. Di sini kami berdiri dalam damai dengan kemuliaan bersejarah kami. Kami siap menghadapi segala tantangan dan meraih kemenangan-kemenangan baru,”cuit Maduro.

Maduro menyinggung tindakan sepihak AS baru-baru ini terhadap iran dan negaranya. Ia mengatakan,”Kami adalah rakyat bebas dan merdeka, yang menuntut agar gangguan, penyiksaan diam-diam, dan blokade dihentikan, karena ini semua mengancam kemajuan dan perkembangan rakyat.”

Sebelum ini, Presiden Venezuela dalam Sidang Umum PBB ke-75, yang dilangsungkan secara virtual, mendeskripsikan AS sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian dunia. Maduro menuntut agar semua tindakan sepihak AS, terhadap individu dan negara yang membela kedaulatannya, segera dihentikan.

Dia kembali meminta agar AS membiarkan orang-orang hidup damai dan tenang, agar mereka bisa mewujudkan hak untuk berkembang dan memperoleh kenyamanan.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS menjatuhkan sanksi-sanksi baru atas Maduro atas dalih kerjasamanya dengan Teheran.

Menanggapi tindakan Washington ini, Kemenlu Venezuela menilai sanksi-sanksi baru AS ini sebagai serangan terhadap Maduro. Kemenlu Venezuela juga menegaskan, Gedung Putih tidak bisa melarang Caracas menjalin hubungan dagang dan ekonomi dengan Teheran.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan para sekutunya menjatuhkan sejumlah sanksi atas Venezuela. Tujuannya adalah mengisolasi Maduro dan memaksanya untuk mundur dari jabatan. (af/fars)

Baca Juga:

Lanjutkan Kerjasama dengan Iran, China, dan Rusia, Venezuela akan Produksi Senjata Lokal

Presiden Venezuela Puji Iran  karena Bantu Atasi Sanksi AS

DISKUSI: