Macron Tuntut Penjelasan dari AS Soal Spionase atas Pejabat-pejabat Eropa

0
772

Paris,LiputanIslam.com-Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam jumpa pers Senin (31/5) menyatakan, Washington harus memberikan penjelasan soal laporan yang membongkar aksi spionase AS atas para sekutu Eropanya sendiri.

Statemen ini  disampaikan Macron usai mengadakan rapat daring dengan Kanselir Agung Jerman, Angela Merkel. Ia menjawab pertanyaan para wartawan tentang Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yang memata-matai sejumlah pejabat tinggi Eropa.

“Menyadap percakapan para sekutu adalah hal yang tak bisa diterima. Ini bukan sebuah perilaku yang diterima antara para sekutu,”ujar Macron.

“Prancis dan Jerman menuntut penjelasan lengkap dari AS tentang apa yang terjadi,”lanjutnya.

Media Jerman, Deutsche Welle pada Minggu (30/5) melaporkan, Biro Rahasia Denmark membantu Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dalam memata-matai para petinggi Eropa, termasuk Kanselir Agung Jerman, Angela Merkel dan Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier.

Fakta bahwa AS menjadikan para sekutunya sendiri sebagai target operasi spionase terbongkar pertama kali pada 2013 silam. Namun kini para jurnalis telah mendapat akses ke laporan-laporan yang lebih men detail. Laporan-laporan ini menyebutkan, Denmark, yang notabene adalah sekutu dan tetangga dekat Jerman, bekerja sama dengan NSA untuk memata-matai Kanselir Agung dan Presiden Jerman.

Dalam laporan baru ini juga terungkap bahwa AS pun memata-matai Peer Steinbruck, kandidat sementara Partai Sosialis Kiri Moderat Jerman (SPD) untuk jabatan Kanselir Agung. Baik Merkel maupun Steinmeier tidak mengetahui sama sekali operasi spionase yang dilakukan para petinggi Denmark. Hingga saat ini, Pemerintah dan Biro Intelijen Denmark belum memberikan tanggapan terhadap laporan spionase tersebut. (af/fars/alalam)

Baca Juga:

Qatar Siap Menjadi Mediator Antarkekuatan Berpengaruh di Timur Tengah

Ahmad Jibril Sebut Rakyat Yaman Simbol Sikap Mementingkan Orang Lain

DISKUSI: