Qatar Siap Menjadi Mediator Antarkekuatan Berpengaruh di Timur Tengah

0
274

Doha, LiputanIslam.com –   Asisten Menlu Qatar yang juga jubir Kemlu negara ini, Lolwah Al-Khater, dalam wawancara dengan Sputnik menyatakan negaranya terbuka untuk berperan sebagai mediator antar kekuatan di kawasan Timur Tengah, baik antara AS dan Hamas maupun antara Arab Saudi dan Iran.

Dikutip Rai Al-Youm, Senin (31/5), mengenai kemungkinan diadakannya pertemuan antara Hamas dan AS di Doha, Al-Khater mengatakan, “Qatar terbuka untuk menjadi penengah kapanpun ia diminta untuk itu, karena ia percaya kepada pentingnya mediasi untuk perdamaian dan stabilitas antarnegara.”

Sedangkan mengenai kemungkinan Qatar menjadi tuan rumah perundingan Iran-Saudi dia mengatakan, “Hal ini belum mengemuka, tapi kami menyambut baik hal ini, dan kamipun sudah berulangkali menekankan urgensi dialog dengan Iran untuk mencapai format kesepakatan untuk pergaulan hidup yang damai di kawasan.”

Tentang hubungan Qatar sendiri dengan Mesir, dia juga menyebutkan bahwa undangan yang disampaikan kepada Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk berkunjung ke Doha bersifat terbuka, dan akan ditetapkan jadwalnya melalui kerjasama dengan pihak Mesir.

“Kehendak politik ada pada kedua negara untuk penguatan hubungan, dan inilah yang ditekankan oleh Menlu (Qatar) Mohammad bin Abdulrahman al-Thani ke Mesir serta pertemuannya dengan Yang Mulia Presiden Mesir dan sejumlah pejabat.”

Mengenai pandangan Qatar ihwal hubungan Turki dengan Mesir, Al-Khater mengatakan, “Qatar percaya sepenuhnya bahwa dialog yang tulus, konstruktif dan diplomatik merupakan jalur yang terbaik untuk menyelesaikan kendala dan mengatasi perselisihan. Kapanpun proses dan jalan ini ditempuh akan disambut baik oleh Qatar dan semua negara pecinta perdamaian.”

Mengenai normalisasi hubungan Arab dengan Israel dia mengatakan bahwa Doha dalam kondisi sekarang tidak melihat adanya nilai tambah pada proses perdamaian melalui normalisasi. Dia juga mengimbau kepada negara-negara pemaian untuk meninjau kembali “dukungan tanpa syarat” kepada Israel, baik dari segi keuangan maupun politik. (mm/raialyoum)

DISKUSI: