Legislator Irak: Waktu Keluarnya Pasukan AS Sudah Disepakati

0
157

Baghdad,LiputanIslam.com-Mukhtar al-Musawi, seorang anggota Parlemen Irak dari Fraksi al-Fath, mengatakan, Pasukan AS tidak akan menetap di Irak dalam waktu lama. Hal ini, kata al-Musawi, telah dibicarakan dalam perundingan strategis Baghdad-Washington.

Dalam wawancara dengan Baghdad al-Youm, al-Musawi menambahkan bahwa Irak-AS diam-diam telah menyepakati jadwal waktu kepergian Pasukan AS dari Irak. Hanya saja hal ini tidak dipublikasikan.

“Berdasarkan informasi yang sampai ke tangan kami, Pasukan AS akan angkat kaki dari Irak sebelum berlangsungnya pilpres AS,”kata al-Musawi.

Al-Musawi juga menanggapi janji AS untuk membantu Irak keluar dari krisis finansial saat ini. ”Kami tidak berharap kepada AS untuk membantu Irak, sebab Washington hanya berupaya untuk menghancurkan Irak, bukan memakmurkannya. Andai Washington memiliki niat baik, hal itu sudah dilakukannya sejak 2003 dahulu,”katanya.

Perundingan strategis Baghdad-Washington dimulai sejak Kamis (11/6) secara daring. Rencananya, masa depan hubungan kedua negara akan dibahas dalam perundingan tersebut.

Salah satu tuntutan terpenting Irak adalah keluarnya pasukan asing, terutama AS, dari wilayahnya. Saat ini, diperkirakan ada 6 hingga 9 ribu serdadu AS yang masih berada di Irak.

Tuntutan ini menjadi semakin serius, bahkan disahkan oleh Parlemen Irak, menyusul serangan udara AS yang menewaskan Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis pada Januari lalu. (af/alalam)

Baca Juga:

Hizbullah Irak: AS Tanggung Konsekuensi Berat Jika Hindari Keputusan Parlemen

Sekutu AS Kurangi Jumlah Pasukannya di Irak Hingga Separuh

DISKUSI: