Hizbullah Irak: AS Tanggung Konsekuensi Berat Jika Hindari Keputusan Parlemen

0
164

Baghdad,LiputanIslam.com-Brigade Hizbullah Irak merilis statemen guna menanggapi perundingan Baghdad-Washington baru-baru ini. Hizbullah Irak menyatakan, perundingan ini adalah dalih AS untuk melanggar kedaulatan Irak.

Kelompok ini memperingatkan, AS akan membayar mahal jika berusaha mengelabui Parlemen Irak.

Hizbullah Irak menyebut AS baru melakukan perundingan strategis dengan Irak, usai menyadari bahwa keberadaan pasukannya tak lagi diinginkan. Terutama setelah Parlemen Irak meminta Pemerintah untuk mengusir pasukan asing.

“Warga Irak berharap dari pihak-pihak terkait untuk mengusir pasukan asing pada waktu yang telah ditentukan. Rakyat Irak tidak menghendaki pihak-pihak tersebut tunduk di hadapan AS untuk melakukan perundingan strategis,”kata Hizbullah Irak.

“AS memiliki sejarah kelam dalam melanggar perjanjian dan piagam-piagam. Bangsa merdeka Irak sekarang siap menerima tanggung jawab untuk mengusir para penjajah,”lanjutnya.

Sebelum ini, Jubir Kemenlu Irak, Ahmad al-Shahhaf, mengatakan,”Kami telah merilis statemen bersama dengan AS. Berdasarkan statemen ini, Washington mengaku siap untuk menarik pasukannya dari Irak secara bertahap.”

“Keluarnya Pasukan AS dilakukan dengan koordinasi kami. Tujuan kami adalah menjalankan keputusan Parlemen terkait pengusiran pasukan asing dari negara,”imbuh al-Shahhaf. (af/yjc)

Baca Juga:

PM Irak: Dialog dengan AS Bertumpu Pada Pandangan Otoritas Keagamaan dan Kebutuhan Irak

Sekutu AS Kurangi Jumlah Pasukannya di Irak Hingga Separuh

DISKUSI: