Al-Nujaba: PM Irak Berjabat Tangan dengan Pembunuh Para Pahlawan

0
140

Baghdad,LiputanIslam.com-Jubir al-Nujaba, Nasr al-Shamri dalam wawancara televisi mengkritik tindakan Pemerintah Irak yang terlalu ‘akrab’ dengan AS. Ia mengatakan, setelah teror terhadap para pahlawan pembasmi ISIS (Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis), Pemerintah Irak justru berjabat tangan dengan Si Teroris Trump.

Al-Shamri menyebut Kedubes AS di Baghdad sebagai sebuah pangkalan militer, bukan tempat diplomatik. Ia menegaskan bahwa tempat tersebut tak bisa disebut kedubes.

“Meski kami meyakini bahwa Kedubes AS tidak bisa dianggap sebagai tempat diplomatik, namun saat ini kami tidak berniat menjadikannya sebagai target. Sebab, Kedubes AS dikelilingi oleh pemukiman warga sipil,”kata al-Shamri.

Jubir al-Nujaba menegaskan, tak seorang pun berhak memberi legalitas kepada para penjajah. Al-Shamri mengutarakan keprihatinannya karena Irak telah diduduki pada tahun 2020 ini. Menurutnya, pendudukan ini adalah masalah terbesar bagi seorang warga Irak sejati.

“Siapa pun yang mengklaim bahwa orang-orang AS datang ke Irak atas permintaan Pemerintah kita, berarti dia telah berbohong secara terang-terangan,”tandasnya.

Menurut al-Shamri, keberadaan orang-orang AS sebagai pangkal problem Irak saat ini. Ia menambahkan bahwa tentara asing akan segera dipaksa angkat kaki dari Irak.

“Dalam kamus Poros Perlawanan Islam, tak ada kata ‘gentar terhadap AS.’ Baik AS atau para antek kroconya di Kawasan tidak akan bisa menggoyahkan tekad dan keyakinan kami,”pungkas al-Shamri. (af/fars)

Baca Juga:

Ancaman Pompeo Tutup Kedubes AS di Irak Bikin Pentagon Syok

Moqtada Sadr Peringatkan Potensi Terjadinya Perang Saudara di Irak

DISKUSI: