Kontroversial, Warga Afrika akan Dijadikan Kelinci Percobaan Vaksin Corona

0
729

Paris,LiputanIslam-Sebuah acara talk show di saluran televisi Prancis mengundang reaksi keras di media-media sosial. Dalam acara tersebut, dua dokter menggulirkan ide percobaan vaksin BCG di benua Afrika untuk mengatasi virus Corona.

Dilansir oleh Euro News, Dokter Jean Paul Mira (kepala Seksi Perawatan Khusus di rumah sakit Cochin Paris) dan Camille Locht (direktur National Institute of Health and Medical Research atau INSERM) berbicara soal pengujian vaksin BCG terhadap warga Afrika. Acara talk show itu disiarkan langsung pada hari Kamis (2/4) di stasiun televisi LCI Prancis.

Dalam acara tersebut, Mira berbicara soal kemungkinan pengaruh vaksin BCG dalam meningkatkan sistem imun tubuh terhadap Corona.

“Barangkali ini topik provokatif. Tapi apakah kita tidak bisa menjalankan pengujian ini di Afrika, tempat yang di sana tak ada masker dan pengobatan? Di sana juga tidak ada divisi perawatan khusus. Ini sama seperti ratusan percobaan terkait AIDS yang pernah dilakukan sebelum ini,”ujar Mira.

“Kita akan mencari para relawan (yang mau menjual tubuh mereka). Kita tahu bahwa mereka dalam ancaman penyakit. Oleh karena itu, kita akan lakukan percobaan kepada mereka,”lanjut Mira.

Menanggapi ucapan Mira, Locht mengatakan,”Anda benar. Kami juga memiliki program untuk penelitian seperti ini di Afrika. Tentu saja proyek ini tidak bertentangan dengan percobaan-percobaan serupa di tempat lain, seperti Eropa atau Australia.

Setelah siaran tersebut, para pengguna medsos, politisi, dan LSM di Prancis mengecam keras pernyataan Mira dan Locht.

Salah satu LSM penentang rasisme di Prancis, SOS Racisme, dalam statemennya menuntut agar stasiun televisi LCI, rumah sakit Kochin, dan INSERM mengajukan permohonan maaf.

Olivier Faure (Sekjen Partai Sosialis Prancis) menyatakan, ucapan-ucapan Mira dan Locht bukan hanya provokatif, tapi merupakan bentuk nyata rasisme dan imperialisme. Afrika, kata Faure, bukan laboratorium dan warga di sana bukan kelinci percobaan.

Didier Drogba (bintang sepakbola ternama dari Pantai Gading) juga menyebutnya sebagai ide rasis, menghina, dan berbahaya.

“Alih-alih menganggap kami sebagai babi percobaan, bantulah kami untuk menyelamatkan nyawa warga Afrika dan mencegah penyebaran virus yang mengacaukan dunia ini. Para pemimpin Afrika bertanggung jawab untuk melindungi warga dari konspirasi kotor ini. Semoga Tuhan melindungi kita semua,”tulis Drogba dalam laman Facebook-nya. (af/alalam)

Baca Juga:

AS Siap Bantu Turki di Idlib, Asal Ankara Mau Lakukan Ini

Uni Eropa Minta Maaf kepada Italia karena Tidak Tanggap Bantu Hadapi Covid-19

 

DISKUSI: