Uni Eropa Minta Maaf kepada Italia karena Tidak Tanggap Bantu Hadapi Covid-19

0
822

Kepala Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen

Brussels, LiputanIslam.com–Kepala Komisi Uni Eropa meminta maaf kepada Italia karena respon yang lambat dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun, permintaan maaf itu tampaknya tidak diterima oleh pejabat Italia.

“Hari ini Eropa bergerak bersama [membantu] Italia. Sayangnya, [bantuan] ini tidak selalu terjadi [sebelumnya], ”kata Ursula von der Leyen dalam surat yang diuanggah oleh kantor berita La Repubblica pada Kamis (2/4).

“Harus diakui bahwa pada masa-masa awal krisis, ketika menghadapi kebutuhan tanggapan bersama dari Eropa, terlalu banyak [negara]… yang hanya memikirkan masalah mereka sendiri …,” tambahnya.

Namun, setelah meminta maaf, von der Leyen malah mengungkit “bantuan” dari anggota blok Uni Eropa yang sudah disalurkan ke Italia. “Dalam sebulan terakhir, Komisi Eropa melakukan semua hal yang mungkin untuk membantu Italia,” tegasnya.

Permintaan maaf ini tidak membuat pejabat Italia terkesan. Mereka mendesak Uni Eropa tidak cuma bercuap-cuap, tetapi langsung membuktikan solidaritas antar blok. Mereka juga tidak mengakui ‘bantuan’ yang dibanggakan oleh von der Leyen.

“Saya percaya bahwa setiap orang pada akhirnya akan menyadari …. bahwa respon Eropa yang adil, tertib, kuat, dan cepat adalah satu-satunya solusi,” kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte kepada kepada media Spanyol, La Sexta. “Respon yang lambat akan menjadi respon yang tidak berguna.” tambahnya.

Tanggapan serupa datang dari Matteo Salvini, kepala Liga, partai politik paling populer di Italia. Dia menulis di akun Twitter untuk mengejek permintaan maaf dari petinggi Uni Eropa.

“Ketua Komisi UE von der Leyen telah meminta maaf hari ini ke Italia dan warga Italia. Dia seharusnya melakukan ini lebih cepat. Dari Eropa, yang bisa kita dapatkan hanyalah kata-kata dan asap: nol substansi,” tulisnya.

Di hari yang sama, von der Leyen mencoba untuk menambahkan beberapa substansi aktual atas pernyatan maafnya. Ia menyampaikan ide bantuan paket keuangan untuk mensubsidi gaji di perusahaan-perusahaan yang bermasalah akibat wabah corona. Rencana bantuan bernama SURE ini berisi total € 100 miliar ($ 109 miliar) pinjaman kepada negara-negara anggota UE untuk mencegah PHK besar-besaran. (ra/rt)

DISKUSI: