Kochavi: Dulu Kami Takut Naik Bus, Kini Takut Berada di Jalanan

0
181

TelAviv,LiputanIslam.com-Kepala Staf Gabungan Tentara Israel, Aviv Kochavi pada hari Jumat (8/4) bicara soal aksi penembakan di Tel Aviv yang terjadi Kamis malam.

Dia mengatakan, keamanan para pemukim Zionis menjadi rentan dan kondisi ini bisa berlangsung dalam waktu lama.

“Operasi ini merupakan kegagalan besar bagi aparat keamanan, sebab mereka tidak bisa mengontrol tempat kejadian dan pelakunya bisa meninggalkan TKP dengan mudah,”kata Kochavi.

“Sebelum ini, kami takut naik bus. Namun sekarang kami takut berjalan di jalan-jalan. Bisa saja para pelaku mengetuk rumah-rumah kami,”imbuhnya.

Pada Kamis malam lalu, media-media Palestina memberitakan operasi berani syahid di jalan Dizengoff, yang merupakan salah satu jalan utama Tel Aviv.

Berdasarkan laporan saat itu, aksi penembakan di sebuah restoran itu melukai 9 orang dan menewaskan 2 lainnya. Namun kabar terbaru menyebutkan, salah satu orang yang terluka akhirnya meregang nyawa, sehingga jumlah Zionis yang terbunuh menjadi 3 orang.

Pelaku operasi ini adalah seorang pemuda Palestina bernama Raad Fathi Hazem (29 tahun) dari kamp pengungsi Jenin. Setelah diburu beberapa jam oleh aparat keamanan Zionis, Raad gugur pada Jumat pagi kemarin.

Aksi penembakan di Dizengoff itu adalah operasi berani syahid ke-4 yang dilakukan para pemuda Palestina dalam tempo kurang dari 3 pekan terakhir.

Operasi Kamis malam lalu terjadi hanya sepekan setelah operasi berani syahid di Bnei-Brak di dekat Tel Aviv. Aksi ini memicu amarah warga Zionis terhadap kegagalan Rezim Israel menghadapi operasi-operasi semacam ini. Mereka menyebarkan postingan-postingan di medsos yang menuntut agar PM Naftali Bennett mundur dari posisinya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Hamas dan Jihad Islam Apresiasi Operasi Terbaru di Jantung Tel Aviv

Kabinet Israel Terancam Bubar

DISKUSI: