Koalisi Saudi kembali Tahan Kapal Minyak Yaman

0
142

Sanaa,LiputanIslam.com-Jubir resmi Perusahaan Minyak Yaman (YPC), Isham al-Mutawakkil pada Jumat malam (20/5) mengabarkan penahanan sebuah kapal minyak lain milik Yaman.

Menurut kutipan kantor berita SABA dari al-Mutawakkil, Koalisi Saudi pada Jumat kemarin telah menahan sebuah kapal pemuat komoditas minyak, meski kapal itu sudah diperiksa dan mengantungi izin dari PBB.

Al-Mutawakkil berkata, Koalisi Saudi-UEA masih saja terus membajak kapal-kapal pemuat minyak. Ia mengabarkan, kapal yang baru ditahan ini memuat 30.597 ton solar.

Dengan ditahannya kapal ini, kata al-Mutawakkil, jumlah kapal-kapal yang ditahan Koalisi Saudi menjadi 3 kapal, padahal semuanya sudah diperiksa dan mendapatkan izin dari PBB.

Petinggi Yaman ini meminta dari masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan internasional agar menekan Koalisi Saudi untuk berkomitmen kepada kesepakatan gencatan senjata dan menghentikan penahanan kapal-kapal minyak.

Pada 2 April lalu, PBB mengumumkan gencatan senjata militer-kemanusiaan selama 2 bulan. Hal ini disambut baik Sanaa dan seluruh dunia.

Di atas kertas, kesepakatan gencatan senjata mengharuskan penghentian semua operasi militer, jaminan kelancaran transportasi 18 kapal minyak selama 2 bulan, dan diizinkannya 16 penerbangan dengan pesawat komersial dari titik-titik tertentu ke Sanaa dan sebaliknya. Atau dengan kata lain, 2 penerbangan komersial per pekan.

Namun pelanggaran-pelanggaran Koalisi menyebabkan tidak adanya kemajuan mencolok dalam urusan militer dan kemanusiaan.

Seiring dengan lunturnya kepercayaan Sanaa terhadap potensi komitmen Koalisi Saudi dan PBB terhadap kesepakatan ini, tidak ada sinyal-sinyal positif terkait keberlanjutan gencatan senjata di Yaman. (af/fars)

Baca Juga:

Yaman Lontarkan Ancaman Jika Poin-poin Kesepakatan Dilanggar

Jika Masih Ingkari Kesepakatan, Saudi Diprediksi akan Lebih Menderita oleh Serangan Yaman

DISKUSI: