Jika Masih Ingkari Kesepakatan, Saudi Diprediksi akan Lebih Menderita oleh Serangan Yaman

0
267

Sanaa,LiputanIslam.com-Pertanyaan yang muncul saat PBB mencanangkan gencatan senjata selama 2 bulan di Yaman adalah: apakah gencatan senjata ini bisa bertahan lama dan membawa kedamaian di Yaman?

Situs al-Khabar al-Yemeni dalam analisisnya menyatakan, demi mengambil nafas dan menata kembali barisan dari aspek politik dan militer, Koalisi Saudi dianggap membutuhkan gencatan senjata tersebut.

“Setelah Sanaa memulai Operas Pematahan Blokade, yang mendatangkan banyak kerugian atas Riyadh, gencatan senjata menjadi kebutuhan utama Saudi demi melindungi minyak dan fasilitas-fasilitas vitalnya. Tentu ini merupakan kebutuhan bersama Riyadh dan Washington di tengah keperluan mendesak kepada energi di tengah berkecamuknya perang Ukraina,”tulis al-Khabar al-Yemeni.

Sanaa, tulis al-Khabar al-Yemeni, juga menerima gencatan senjata demi membuktikan kesungguhannya untuk berdamai. Menhan Yaman Muhammad Nasir al-Atifi menyatakan,”Kendati Koalisi melanggar (poin-poin kesepakatan dalam gencatan senjata), komitmen (Sanaa) terhadap gencatan senjata akan memusnahkan peluang bagi para makelar perang dan mendatangkan keuntungan besar bagi Yaman serta rakyatnya.”

Meski demikian, Sanaa menegaskan bahwa fakta-fakta skenario politik baru Koalisi Saudi memberikan gambaran jelas bahwa Riyadh memang tidak punya niat berdamai.

“Kesabaran Sanaa di hadapan pelanggaran gencatan senjata oleh Koalisi mungkin saja tidak bertahan hingga berakhirnya masa gencatan senjata, yang dua pertiganya sudah berlalu. Menurut Ketua Tim Negosiator Yaman, Muhammad Abdussalam, berlanjutnya pelanggaran-pelanggaran ini akan memusnahkan gencatan senjata.”

Di antara pelanggaran kesepakatan yang dilakukan Koalisi Saudi adalah tidak mengizinkan beroperasinya kembali bandara Sanaa dan penahanan kapal-kapal pemuat BBM.

“Ada kemungkinan Sanaa akan memulai kembali operasinya untuk mematahkan blokade. Menurut para pengamat, kebakaran Aramco pada bulan Maret lalu, yang berlangsung lebih dari 24 jam di Jeddah, akan terlihat sebagai kebakaran amat biasa dibandingkan kebakaran-kebakaran yang akan terjadi,”pungkas al-Khabar al-Yemeni. (af/fars)

Baca Juga:

Daripada Mengagresi Yaman, Pasukan Arab Disarankan Pergi ke Quds

Ansharullah Kecam Saudi yang Tak Bebaskan Tawanan Meski Sudah Disepakati

DISKUSI: