Kisah Tahanan Palestina: Gali Terowongan 9 Bulan, Tertangkap secara Kebetulan

0
263

Ramallah,LiputanIslam.com-Pengacara tahanan Palestina yang kabur dari Penjara Gilboa mengisahkan ulang apa yang diceritakan Muhammad dan Mahmoud al-Arida soal cara lolosnya mereka dari penjara superketat itu.

Ruslan Muhajanah mengatakan, Mahmoud adalah penanggung jawab utama rencana pelarian dari Penjara Gilboa. Ia menjelaskan, operasi penggalian terowongan di dalam sel dilakukan selama 9 bulan, tepatnya dari Desember 2020 hingga September 2021.

“Para tahanan lain di Gilboa tidak memiliki peran apa pun dalam operasi ini,”imbuh Muhajanah.

Terkait apa yang terjadi usai kabur dari penjara, Muhammad al-Arida bercerita,”Kami berenam terus bersama hingga tiba di desa al-Nauura dan masuk ke masjid. Dari sana, kami membagi rombongan menjadi 3 dan berpisah. Kami berusaha masuk ke Tepi Barat, tapi gagal karena ketatnya pengamanan.”

“Setelah kabur dari penjara, kami berusaha tidak masuk ke desa-desa Tanah Pendudukan 1948, supaya Israel tidak menginterogasi siapa pun. Kami mengikuti berita-berita usai pelarian melalui radio kecil,”imbuhnya.

Polisi Israel akhirnya menangkap 4 dari 6 tahanan itu, yaitu Muhammad dan Mahmoud al-Arida, Zakaria al-Zubaidi, dan Yaaqub Qaderi di kawasan al-Nasirah di utara Palestina Pendudukan.

Menurut Muhammad, mereka tertangkap secara kebetulan dan tak ada seorang pun di al-Nasirah yang melaporkan keberadaan mereka.

“Sebuah patroli polisi tengah melintas. Mereka berhenti saat melihat kami dan menangkap kami,”tuturnya.

Para pengacara menyatakan, sejak lari dari Gilboa, Muhammad dan al-Zubaidi belum minum air meski hanya setetes. Inilah yang menyebabkan mereka lemah dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Otoritas Israel hingga kini masih memburu dua tahanan lain. Rezim Zionis meyakini, setidaknya salah satu dari mereka telah kabur ke utara Tepi Barat. (af/alalam)

Baca Juga:

Saudi Berencana Beli Sistem Pertahanan Udara dari Israel

Kutuk Perlakuan Israel terhadap Tahanan Palestina, Hamas Serukan Aksi “Amarah Jumat”

DISKUSI: