Khatibzadeh: Kebijakan Tekanan Maksimum AS Berujung pada Kekalahan Maksimum

0
77

Teheran,LiputanIslam.com-Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh melalui Twitter menanggapi cuitan Menlu AS Mike Pompeo. Dalam tweet-nya, Khatibzadeh menulis,”Bisa dipahami kenapa Pompeo, yang jabatannya tengah menuju akhir, merasa sangat malu, sebab kebijakan Tekanan Maksimumnya telah berakhir menjadi Kekalahan Maksimum.”

Pompeo pergi ke Israel Rabu (18/11) untuk melakukan pertemuan gabungan dengan Menlu Bahrain dan Rezim Zionis. Dalam cuitannya, ia mengklaim,”Kampanye Tekanan Maksimum atas Rezim Iran masih tetap efektif. Kampanye ini telah mencegah rezim tersebut mendapatkan modal untuk melakukan tindakan-tindakan jahat.”

“Pengurangan tekanan adalah opsi berbahaya, yang akan melemahkan partisipasi baru regional untuk mewujudkan perdamaian serta akan memperkuat Rezim Iran,”imbuh Pompeo.

Sebelum ini, dalam wawancara dengan Press TV, Khatibzadeh bicara soal upaya Pemerintah AS saat ini untuk menjatuhkan sanksi-sanksi baru atas Iran. Seraya menegaskan kegagalan total kampanye Tekanan Maksimum, ia berkata bahwa Washington sudah tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya melancarkan perang urat syaraf terhadap rakyat Iran.

“Dipicu oleh rasa malu, AS berusaha memberlakukan sanksi baru untuk mengesankan bahwa Tekanan Maksimumnya masih hidup. Padahal semua tahu bahwa mereka gagal dan tidak mampu meraih tujuan apa pun dari kebijakan ini,”tandas Khatibzadeh. (af/fars)

Baca Juga:

75 Legislator AS Minta Pemerintah AS Kurangi Sanksi Iran

Suku-suku Diyala Tolak Investasi Saudi di Irak

DISKUSI: