Kerjasama Iran-China Bikin Gusar, AS Lagi-lagi Ancam Jatuhkan Sanksi

0
328

Washington,LiputanIslam.com-Jubir Gedung Putih Jen Psaki pada Senin (29/3) memberikan tanggapan atas ditandatanganinya Kerjasama Strategis 25 tahun antara Teheran dan Beijing.

Saat menjawab pertanyaan jurnalis al-Jazeera terkait hal ini, Psaki mengatakan,”Kami akan mengkaji kemungkinan pemberlakuan sanksi setelah dijalinnya persekutuan Iran dan China.”

Presiden AS Joe Biden pada Minggu malam lalu juga berkomentar atas terwujudnya kerjasama bilateral tersebut. Ia mengaku sudah sejak lama mencemaskan persekutuan Iran-China.

Saat hendak naik pesawat Air Force One, Biden ditanya “apakah Anda mengkhawatirkan persekutuan Iran-China?” Ia pun menjawab,”Sudah satu tahun saya mengkhawatirkan itu.”

Wall Street Journal (WSJ) dalam analisisnya menyatakan, kesepakatan ini telah mementahkan semua upaya Washington untuk mengucilkan Teheran-Beijing.

“Kesepakatan ini mengeratkan kerja sama antara Teheran dan Beijing di saat Iran mencari cara-cara untuk memperkuat ekonominya setelah dijatuhi sanksi-sanksi,” imbuh WSJ.

WSJ menyebut China sebagai sekutu dagang vital bagi Iran selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kesepakatan dengan China ini telah membukakan horison investasi asing di Iran, yang sangat dibutuhkan Teheran.

Sembari menyinggung peningkatan ekspor minyak Iran ke China dalam beberapa bulan terakhir, WSJ menjelaskan, ”Diprediksi bahwa China pada bulan Maret akan mengimpor 918 ribu barel minyak per hari dari Iran. Ini adalah jumlah (impor) terbesar sejak sektor minyak Iran diembargo pada 2 tahun silam. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Biden Khawatirkan Kerjasama Iran-China, Shamkhani: AS akan Segera Runtuh

Tertutupnya Terusan Suez Bikin Pentagon Khawatir, Iran Tawarkan Jalur Pengganti

DISKUSI: