Biden Khawatirkan Kerjasama Iran-China, Shamkhani: AS akan Segera Runtuh

0
548

Teheran,LiputanIslam.com-Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani dalam cuitannya menanggapi statemen Joe Biden, menyusul ditandatanganinya Program Kerjasama Komprehensif Iran-China.

Presiden AS pada Minggu malam menyatakan, ia sudah lama mengkhawatirkan persekutuan Iran-China.

“Ditekennya dokumen rencana kerjasama strategis Iran-China adalah bagian dari kebijakan Perlawanan Aktif,”tulis Shamkhani.

Ia menambahkan,“Dunia bukan hanya Barat. Barat pun tidak terbatas pada AS si Pelanggar Kesepakatan dan tiga negara Eropa pengingkar janji (Jerman, Prancis, dan Inggris).”

“Kekhawatiran Biden benar-benar tepat. Tumbuhnya kerjasama strategis di Timur akan mempercepat keruntuhan AS,”tandasnya.

Kesepakatan Kerja Sama Komprehensif 25 Tahun antara Iran dan China telah diteken oleh Menlu kedua negara pada Sabtu 27 Maret lalu.

Wall Street Journal (WSJ) dalam analisisnya menyatakan, kesepakatan ini telah mementahkan semua upaya Washington untuk mengucilkan Teheran-Beijing.

“Kesepakatan ini mengeratkan kerja sama antara Teheran dan Beijing di saat Iran mencari cara-cara untuk memperkuat ekonominya setelah dijatuhi sanksi-sanksi,” imbuh WSJ.

WSJ menyebut China sebagai sekutu dagang vital bagi Iran selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kesepakatan dengan China ini telah membukakan horison investasi asing di Iran, yang sangat dibutuhkan Teheran.

Sembari menyinggung peningkatan ekspor minyak Iran ke China dalam beberapa bulan terakhir, WSJ menjelaskan, ”Diprediksi bahwa China pada bulan Maret akan mengimpor 918 ribu barel minyak per hari dari Iran. Ini adalah jumlah (impor) terbesar sejak sektor minyak Iran diembargo pada 2 tahun silam. (af/fars)

Baca Juga:

Tertutupnya Terusan Suez Bikin Pentagon Khawatir, Iran Tawarkan Jalur Pengganti

Sputnik: Segi Tiga Strategis Rusia, China, dan Iran Terbentuk, Nada Permusuhan AS Meningkat

DISKUSI: