Kenapa Teror Yahya al-Sinwar Jadi Prioritas Israel?

0
311

Gaza,LiputanIslam.com-Baru-baru ini, anggota Knesset dari Partai Likud, David Bitan menyatakan, Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya al-Sinwar, harus diteror, apa pun konsekuensinya.

“Yahya al-Sinwar bermain-main dengan Israel…Kita harus membunuhnya, bahkan jika itu memaksa kita untuk berperang…Tak ada pilihan lain…Dia adalah musuh keras kepala yang mempermainkan kita tanpa belas kasihan,”ujar Bitan, seperti dikabarkan Rai al-Youm.

Rai al-Youm menulis bahwa statemen Bitan ini bukan hal aneh dan mengejutkan, sebab pernyataannya merefleksikan besarnya masalah yang ditimbulkan al-Sinwar dan para koleganya di Hamas, juga faksi-faksi lain, bagi Rezim Zionis.

“Terlebih setelah perang Pedang al-Quds pada Mei silam, yang telah menyebabkan kekalahan militer dan spiritual di barisan Penjajah. Perang ini secara tidak langsung juga telah menyebabkan runtuhnya Partai Likud dan Ketuanya, yaitu Benyamin Netanyahu,”tulis Rai al-Youm.

“Kita yakin bahwa agen-agen Israel tengah menghimpun informasi terkait al-Sinwar siang malam, juga informasi tentang sekutu terbesarnya dalam perang terbaru di Gaza, yaitu Muhammad al-Dhaif, Komandan Izzuddin al-Qassam.”

“Namun hingga kini Israel belum meneror mereka berdua. Bukan karena ada toleransi, tapi dikarenakan mereka gagal mendapatkan akses kepada dua orang ini. Para petinggi militer dan keamanan Israel tahu benar bahwa balasan atas teror mereka bisa sangat menyakitkan dan destruktif.”

“Mungkin berguna jika kita mengingat hal ini dalam situasi sekarang. Teror terhadap salah satu komandan al-Qassam, Yahya Ayyash di tahun 1996 telah memicu 4 operasi balasan di Quds, al-Khudairah, dan Tel Aviv, yang menewaskan lebih dari 100 dan melukai hampir 1.000 orang Israel.”

“Brigade al-Quds (sayap militer Jihad Islami) juga menembakkan lebih dari 400 rudal dan roket ke kota-kota dan pemukiman sekitar Gaza, sebagai balasan atas teror Baha Abu al-Athaa, salah satu panglima Brigade al-Quds pada tanggal 12 November 2019. Serangan ini membuat Netanyahu terbirit-birit seperti kelinci ke lubang perlindungan. Daftar operasi-operasi balasan seperti ini sangat panjang,”lanjut Rai al-Youm.

Harian transregional ini menandaskan, andai al-Sinwar diteror, perlawanan bangsa Palestina tidak akan berhenti. Bahkan bisa menyulut perang Pedang al-Quds jilid II; perang yang telah mendatangkan kerugian besar bagi Rezim Zionis. Rai al-Youm meyakini, dengan melihat situasi termutakhir di Kawasan, Rezim Zionis tidak akan berani melakukan perjudian semacam ini. (af/fars)

Baca Juga:

Jika Memungkinkan, Hamas akan Tawan lagi Serdadu Israel

Jajak Pendapat: Mayoritas Warga Lebanon Dukung Impor BBM Iran

DISKUSI: