Jika Memungkinkan, Hamas akan Tawan lagi Serdadu Israel

0
331

Gaza,LiputanIslam.com-Anggota Kantor Politik Hamas, Mahmud al-Zahhar menyatakan, upaya-upaya terkait pertukaran tawanan dengan Israel masih dilakukan. Namun hingga kini belum ada kesepakatan final.

“Tidak ada jalan untuk membebaskan para tawanan kami, kecuali dengan kesepakatan yang mirip dengan perjanjian Shalit pada tahun 2011 lalu,”kata al-Zahhar dalam wawancara dengan kantor berita Turki, Anadolu.

Gilad Shalit adalah serdadu Israel yang ditawan pejuang Palestina pada Juni 2006 di perlintasan Karam Abu Salim. Ia lalu dibawa ke Jalur Gaza. Shalit akhirnya dibebaskan pada tanggal 18 Oktober 2011 dalam sebuah program pertukaran tawanan.

Berdasarkan kesepakatan itu, Hamas berkomitmen untuk menyerahkan Shalit secara tidak langsung, yaitu melalui Mesir, kepada Israel. Sebagai gantinya, Israel membebaskan lebih dari seribu tahanan Palestina.

Dalam kelanjutan wawancara, Al-Zahhar menyatakan bahwa menggantungkan harapan terhadap campur tangan Arab dan Barat, tanpa terlibat dalam perundingan nyata dalam hal ini, sudah terbukti gagal.

“Saat ini, Israel tengah melakukan permainan keamanan dan operasi intelijen. Israel berpikir bisa mendapat akses ke para tawanannya tanpa harus membayar harga apa pun.”

“Kami berusaha untuk menjaga apa yang ada di tangan kami (para tawanan Israel). Jika memungkinkan untuk menambah jumlah mereka, kami akan melakukannya,”tandas al-Zahhar.

Saat ditanya apakah para tawanan Israel itu dalam keadaan hidup atau mati, al-Zahhar menegaskan bahwa saat ini tak satu pun informasi tentang mereka yang akan diberikan. (af/fars)

Baca Juga:

Hamas: Israel Punya Bom Nuklir, Kami Tak Boleh Bersenjata untuk Membela Diri?

Hamas kepada Israel: Tawanan Harus Ditukar Tawanan, Bukan dengan Bahan Pangan

DISKUSI: