Kematian Putri Aktivis Pejuang Hak Kulit Hitam AS Dinilai Mencurigakan

0
363

NewYork,LiputanIslam.com-Jasad putri pemimpin gerakan kulit hitam AS,Malcolm X, bernama Malika Shabazz (56 tahun) telah ditemukan di apartemennya pada Senin 22 November lalu.

kematian Shabazz terjadi tepat 2 hari setelah dibebaskannya Muhammad Aziz dan Khalil Islam dari tuduhan pembunuhan ayahnya.

BBC melaporkan, dugaan keterlibatan Aziz dan Islam mencuat setelah putri-putri Malcolm X mengajukan bukti surat seorang mantan polisi menjelang kematiannya. Ia mengklaim, Polisi New York dan FBI telah bersekongkol untuk membunuh Malcolm X. Putri-putri Malcolm X pun menuntut agar kasus teror ayah mereka dibuka kembali dengan adanya bukti-bukti baru tersebut.

Malcolm X dilahirkan dengan nama asli Malcolm Little di kota Omaha yang terletak di Negara Bagian Nebraska.

Ayahnya, Earl Little, adalah seorang pendeta pemberani dan tak kenal takut, yang dikenal sebagai pendukung Marcus Garvey, pemimpin kelompok nasionalis kulit hitam. Rumah mereka pernah diledakkan para pendukung supremasi kulit putih di tahun 1929, yaitu saat Malcolm masih berusia 4 tahun.

Malcolm memutuskan untuk mengganti nama keluarganya menjadi X, sama seperti yang dilakukan saudara dan saudarinya yang memeluk Islam. X adalah nama keluarga bagi tiap keluarga Afro-Amerika yang tidak mengetahui nama keluarga asli nenek moyang mereka yang diperbudak. Sebab itu, budak-budak ini terpaksa menerima nama yang diberikan para majikan mereka.

Setelah Malcolm X selamat dari sebuah upaya pembunuhan pada tanggal 14 Februari 1965, tujuh hari setelahnya ia diberondong senapan oleh 3 pria bersenjata saat ia berpidato di Manhattan. Ia pun meninggal saat dibawa ke rumah sakit. (af/fars)

Baca Juga:

Kemenlu Yaman Sebut AS Umbar Klaim Palsu soal Penghentian Perang

IRGC: Sembilan Kali Kami Menampar AS di Teluk Persia

DISKUSI: