Kebebasan Pendapat ala Facebook: Dilarang Meragukan Holocaust

0
51

Washington,LiputanIslam.com-Facebook pada hari Senin (12/10) mengumumkan, pihaknya akan menghapus semua opini yang “mengingkari atau menyimpangkan” peristiwa yang disebut Holocaust.

Dalam statemennya, Facebook menjelaskan bahwa keputusan dilatarbelakangi oleh “meningkatnya anti-Semitisme di seluruh dunia” dan “tiadanya pengetahuan soal Holocaust, terutama di kalangan kawula muda.”

Facebook bersandar pada sebuah jajak pendapat yang menyebutkan bahwa 25 persen orang dewasa AS, antara usia 18-39 tahun, meyakini bahwa Holocaust hanya sebuah mitos atau peristiwa yang terlalu dibesar-besarkan.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg dalam akunnya menulis,”Saya bergulat dengan tantangan untuk membela kebebasan pendapat atau dampak negatif dari peremehan atau pengingkaran kejadian mengerikan Holocaust.”

Lobi-lobi Zionis menyambut hangat keputusan Facebook ini. Mereka mengaku sudah menghendaki hal ini sejak beberapa tahun lalu.

Saat ini, 16 negara di dunia melarang warganya mempertanyakan dan meragukan Holocaust. Negara-negara itu adalah Austria, Belgia, Kanada, Republik Czek, Prancis, Jerman, Hungaria, Liechtenstein, Lithuania, Luxemburg, Belanda, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, dan Swiss.

Padahal di sebagian besar negara-negara di atas, penghinaan terhadap Islam dan hal-hal sakral di dalamnya dianggap sebagai bagian dari “kebebasan berpendapat.” (af/fars)

Baca Juga:

Pemimpin Iran Beberkan Tujuan di Balik Penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw

Majalah Prancis Hina Nabi Muhammad, Macron: Saya Tidak Mengecamnya

DISKUSI: