Jubir Koalisi Saudi Diolok-olok Usai Umumkan ‘Operasi Khayalan’

0
328

Sanaa,LiputanIslam.com-Harian al-Akhbar melaporkan, Jubir Koalisi Saudi bicara soal sebuah operasi khayalan demi menghindari pertanyaan para jurnalis, saat mengakui kepalsuan klip video soal ‘gudang senjata Yaman’ dalam jumpa pers di Shabwah, Yaman.

Turki al-Maliki dalam jumpa pers tersebut berusaha menyesatkan para jurnalis dengan mengumumkan sebuah operasi militer baru bertajuk “Operasi Pembebasan Yaman Bahagia.”

Padahal baik Kemenhan Pemerintahan Mansour Hadi atau pendukung Koalisi Saudi sama sekali tidak tahu menahu soal adanya operasi tersebut. Mereka baru tahu setelah al-Maliki mengumumkan operasi itu, yang sebenarnya memang tidak ada.

Menurut al-Akhbar, dengan pengumuman spontan ini, al-Maliki berupaya mengesankan bahwa Saudi berperan besar dalam pertempuran di Shabwah, dan di saat bersamaan, mengecilkan peran UEA.

Al-Maliki mengklaim, operasi itu adalah “operasi yang akan membawa Yaman (dari situasi perang) ke stabilitas, perkembangan, dan kemajuan, sehingga negara ini bisa sejajar dengan negara-negara Teluk (Persia)…Kami berusaha agar Yaman bisa menjadi bagian dari Eropa Baru di samping negara-negara Teluk.”

Sebelum ini, Gubernur Shabwah (yang dekat dengan UEA) telah mengumumkan bahwa semua operasi di provinsi itu telah berakhir. Sebab itu, pernyataan al-Maliki soal adanya Operasi Pembebasan Yaman Bahagia menjadi sasaran ejekan.

Direktur Kantor Kepresidenan Yaman, Ahmad Hamid merespons ucapan al-Maliki dengan berkata,”Kebebasan tidak diberikan oleh penjajah atau dibuat para pengkhianat. Para antek mata-mata juga tidak akan memperkuat fondasi kebebasan.”

Anggota Tim Negosiator Yaman, Abdulmalik al-Ajri mencibir statemen Jubir Koalisi Saudi dan menyatakan,”Rakyat di negara-negara anggota Koalisi lebih membutuhkan kebebasan daripada rakyat Yaman.” (af/alalam)

Baca Juga:

Saudi Akui Berdusta, Ansharullah: Warga Sipil adalah Korban Kekeliruan Agresi ke Yaman

Kena Bully di Medsos, Saudi Sebut Video Hoaxnya tentang “Bengkel Rudal” di Yaman sebagai “Salah Putar”

DISKUSI: