Jual Kembali Senjata ke Saudi, Kanada Korbankan Prinsip Demi Laba

0
356

Ottawa,LiputanIslam.com-Harian Washington Post mengkritik keputusan Kanada untuk kembali menjual senjata kepada Saudi. Saudi sendiri menggunakan senjata-senjata itu dalam agresinya ke Yaman.

“Saat Corona menyita perhatian dunia, Kanada memutuskan untuk menjual lagi senjata kepada rezim penjagal yang berkuasa di Saudi. Keputusan ini menunjukkan, Kanada rela mengorbankan ‘prinsip-prinsipnya’ demi laba dan lapangan kerja. Tentu dengan sedikit lebih transparan dan diawasi oleh tim konsultan senjata,”tulis Washington Post.

“Tampaknya Corona memberi kesempatan baik kepada kelompok liberal Kanada, sehingga mereka bisa memberi lampu hijau untuk ekspor mesin senjata pembunuh ke Saudi.”

Pada tahun 2018, Kanada menangguhkan ekspor senjata ke Riyadh untuk waktu yang tak diketahui. Penangguhan ini dilakukan menyusul dibunuhnya Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

UU Kanada menegaskan, barang-barang negara ini tidak boleh diekspor ke tempat-tempat yang akan menggunakannya untuk melanggar HAM atau menyebarkan kekerasan.

Menurut Washington Post, kendati lembaga-lembaga internasional sudah mengungkap kejahatan Saudi di Yaman, pemerintah Kanada sepertinya tidak meyakini bahwa ekspor senjata ke Saudi bisa berdampak negatif.

Alasan di balik kelanjutan ekspor itu diungkap sendiri oleh Menlu dan Menteri Dagang Kanada. Mereka mengakui, pembatalan kesepakatan senilai 14 milyar dolar ini, atau bahkan perubahan pada butir-butirnya, bisa menyebabkan kerugian besar bagi pemerintah Kanada.

“Pembatalan ini bisa mengancam lapangan kerja bagi ribuan warga Kanada. Bukan hanya di barat daya Ontario saja, tapi juga semua mata rantai penyediaan alat pertahanan, yang mencakup ratusan sentra, baik besar atau kecil,”demikian dinyatakan pemerintah Kanada. (af/alalam)

Baca Juga:

Jika Yaman Terpapar Corona, 90 Persen Warga akan Terinfeksi

HRW Ungkap “Horror” Pelanggaran Koalisi Pimpinan Saudi di Yaman

DISKUSI: