Hamas kepada Israel: Tawanan Harus Ditukar Tawanan, Bukan dengan Bahan Pangan

0
186

Gaza, LiputanIslam.com –  Anggota Biro Politik Hamas Mahmoud Al-Zahar, Ahad (11/7), mengecam keras apa yang disebutnya upaya Rezim Zionis Israel menebus tawanan Zionis dengan bahan pangan. Bersamaan dengan ini, ratusan massa Palestina berunjuk rasa di Ramallah, Tepi Barat, menuntut Mahmod Abbas mundur dari jabatannya sebagai kepala Otoritas Palestina.

Al-Zahar menilai Israel sedang mengalami krisis besar setelah gagal mencapai tujuan apapun yang diinginkannya dalam perang 11 hari Israel-Gaza pada pertengahan bulan Mei lalu sehingga mencoba mencari terobosan lain di bidang pertukaran tawanan.

“Kebijakan Hamas ialah tawanan berbalas  tawanan, bukan tawanan berbalas bahan pangan,” tegas Al-Zahar.

Menanggapi ancaman Israel untuk melancarkan operasi militer lagi terhadap Jalur Gaza, Al-Zahar mengatakan, “Rezim ini lemah, tak punya program khusus, dan bermaksud menggunakan gertak sambal. Mereka sudah tahu bahwa seandainya ancaman memang efektif maka perjanjian dalam perang belakangan ini tak akan terjadi pada mereka.”

Dia menambahkan, “Hamas tahu persis bahwa Rezim Zionis mencari-cari cara karena lemah, ragu dan frustasi, dan ada orang-orang yang dapat menyudahi intimasi rezim ini.”

Menurut Al-Zahar, Israel sedang mencari-cari jalan untuk melampiaskan dendam kesumatnya terhadap para pejuang Palestina sehingga lantas mencoba mengusik aspek kemanusiaan seperti bidang pangan dan obat-obatan.

Mengenai masalah internal Palestina, Al-Zahar menyebut Kepala Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas “bukan representasi bangsa Palestina, baik dalam kebijakan politik maupun ekonomi dan keamanan”.

Dia menilai program-program Mahmoud Abbas merugikan bangsa Palestina sehingga sebaiknya dia membiarkan bangsa ini menyelenggarakan pemilu untuk memilih representasi mereka yang sesungguhnya.

Sementara itu, ratusan orang Palestina di kota Ramallah yang menjadi basis PA di Tepi Barat berunjuk rasa protes anti Mahmoud Abbas dan menuntut pembubaran PA.

Unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari gelombang aksi protes yang dipicu oleh tewasnya aktivis Palestina Nizar Banat di tangan aparat keamanan PA.

Massa memekikkan yel-yel antara berbunyi “rakyat menuntut penggulingan rezim”, “rakyat menghendaki tergulingnya rezim nepotisme” , dan “PA membunuhi para revolusioner”.  (mm/fna/wafa)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei Berbelasungkawa atas Wafatnya Sekjen Front Rakyat Pembebasan Palestina

Ancam Israel, Pejuang Palestina: Blokade Tak Segera Dicabut, Perang Baru Dimulai

DISKUSI: