Jihad Islam: Syekh Jarrah Jadi Garis Terdepan Pembelaan Norma Palestina

0
308

Quds,LiputanIslam.com-Jubir Jihad Islam di Tepi Barat, Tariq Izzuddin mengatakan, penduduk distrik Syekh Jarrah adalah pionir dalam melawan Yahudisasi Quds dan garis depan pembelaan norma-norma Palestina.

Dilansir al-Ahed. Izzuddin menyanjung sikap penduduk Syekh Jarrah di hadapan pengadilan-pengadilan Rezim Zionis, juga penentangan mereka terhadap segala solusi yang ditawarkan pengadilan-pengadilan ini.

“Masyarakat kita di Quds merupakan garis terdepan pembelaan untuk negeri dan norma Palestina di hadapan kebijakan penyitaan dan Yahudisasi,”kata Izzuddin dalam sebuah konferensi pers.

“Keputusan penduduk Syekh Jarrah adalah sebuah sikap nasional, keagamaan, dan bersumber dari keterikatan bangsa ini kepada negeri dan Tanah Air mereka, meski Rezim Penjajah melakukan berbagai kebijakan yang menipu.”

“Warga setanah air kita di Quds adalah ujung tombak dalam melawan rencana-rencana Rezim Penjajah untuk menelantarkan dan mengusir bangsa Palestina. Mereka menunjukkan bahwa seberapa banyak kejahatan yang dilakukan Rezim Penjajah terhadap putra-putra bangsa ini, rakyat Palestina tidak akan surut langkah dalam mempertahankan negeri mereka,”tandasnya.

Di akhir pembicaraan, Jubir Jihad Islam meminta Umat Islam dan Arab meningkatkan upaya untuk mendukung perlawanan warga Quds dalam membela norma Palestina.

Pada hari Senin 1 November lalu, Pengadilan Tinggi Israel mengeluarkan perintah penyitaan sebidang tanah di distrik Syekh Jarrah untuk membangun sebuah taman demi kepentingan Wali Kota Rezim Zionis.

Tanah itu adalah milik empat keluarga Palestina, yaitu Ubaidah, Awdah, Jarallah, dan Mansour. Rencananya tanah itu akan digunakan sebagai lahan parkir.

Hotel al-Rashid dikabarkan akan menanggung biaya pembangunan taman dan memberikan ganti rugi kepada para pemilik tanah.

Pengacara Palestina, Kamal Ubaidat mengatakan, perintah untuk menyita tanah yang berdekatan dengan salah satu hotel hanya akan menguntungkan Pemerintah Daerah Quds.

Ia menegaskan, para pemilik tanah ini menolak segala bentuk kompensasi. Mereka akan mengajukan dokumen yang menunjukkan bahwa transaksi ini tidak etis dan mencederai hak keluarga-keluarga Palestina. (af/fars)

Baca Juga:

Hamas: Keadaan Semakin Menjurus pada Eskalasi Palestina-Israel

Konferensi Persatuan Islam, Sekjen Jihad Islam Palestina: Tak Ada Persatuan Tanpa Quds

DISKUSI: