Iran: Tudingan AS adalah Pengalihan dari Pendudukan Selama 17 Tahun di Irak

0
105

NewYork,LiputanIslam.com-Tuduhan Washington kepada Teheran ditanggapi oleh wakil tetap Iran di PBB. Majid Takht Ravanchi mengatakan, tuduhan AS kepada negaranya bertujuan untuk menyimpangkan opini umum dari kemarahan rakyat Irak atas serangan kepada Kataib Hizbullah Irak.

“Lebih dari itu, tuduhan ini adalah pengalih perhatian dari pendudukan AS di Irak selama 17 tahun terakhir; pendudukan yang berujung pada terbunuhnya lebih dari 300 ribu warga Irak yang tak berdosa,”lanjut Ravanchi.

Dia menegaskan, al-Hashd al-Shaabi dan cabang-cabangnya adalah kelompok murni Irak. Kelompok-kelompok relawan ini, kata Ravanchi, menjalankan aktivitasnya di bawah pengawasan dan koridor konstitusi pemerintah sah Irak.

“Kelompok ini memainkan peran penting dalam memerangi dan membasmi ISIS di Irak. Saat ini, al-Hashd al-Shaabi adalah penghalang utama hidupnya kembali ISIS,”tandas Ravanchi.

Usai serangan udara AS terhadap basis Kataib Hizbullah, Minggu (29/12), Donald Trump dan pejabat AS berupaya menyalahkan Iran atas kejadian tersebut.

Serangan jet-jet AS atas Brigade 45 dan 46 al-Hashd al-Shaabi di al-Qaim, provinsi al-Anbar, itu menewaskan lebih dari 25 orang.

Usai serangan, Barham Saleh (presiden Irak) menelepon staf kedubes AS dan mengutuk serangan itu. Saleh menyebutnya sebagai pelanggaran atas kedaulatan Irak. (af/alalam)

Baca Juga:

IRGC Kutuk Serangan di Irak, AS Nyatakan Tak Bermaksud Tingkatkan Ketegangan dengan Iran

Trump Ajak Warga Irak Melawan Iran

 

 

 

DISKUSI: