Iran Tak Berniat Terlibat di Kompetisi Persenjataan di Timteng

0
81

Teheran,LiputanIslam.com-Menlu Iran Javad Zarif dalam rapat virtual PBB bicara soal keamanan Teluk Persia dan menegaskan, Teheran sama sekali tidak ingin bergabung dalam kompetisi alutsista di Kawasan.

Ia menyatakan, kendati embargo persenjataan PBB atas Iran telah berakhir, negaranya tidak ingin melakukan pembelian senjata besar-besaran.

Zarif menyinggung penjualan senjata besar-besaran oleh AS di Timteng dan mengatakan, sejak 2014 hingga 2018, seperempat penjualan alutsista dunia dilakukan oleh negara-negara di Kawasan.

“Meski demikian, kami tahu kebanyakan negara tetangga kami lebih mengutamakan perdamaian dan dialog,”imbuhnya.

“Kita bisa memilih untuk tetap terpenjara di masa lalu dan melanjutkan instabilitas, atau memilih perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan untuk semua pihak. Bagi semua orang, semestinya pilihan adalah hal jelas.”

Dalam rapat yang dipimpin Menlu Rusia Sergey Lavrov tersebut, Zarif menyinggung kampanye Perdamaian Hormuz. Menurutnya, inisiatif perdamaian ini bersandar pada tanggung jawab tiap negara di Kawasan untuk menjamin perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan para tetangga.

“Solusi-solusi keliru seperti membeli keamanan dari pihak asing, memperoleh keamanan di saat negara tetangga tidak aman, dan memburu hegemoni regional akan mendatangkan konsekuensi-konsekuensi buruk,”paparnya.

“Keberadaan ilegal AS di kawasan yang berjarak 7.600 mil dari pesisirnya tidak membuahkan apa pun kecuali teror terhadap Jenderal Qassem Soleimani, sang musuh nomor satu ISIS, oleh Presiden AS.”

“Barangkali senjata paling canggih bisa dibeli dengan uang. Namun hakikatnya, keamanan dan stabilitas tidak bisa dibeli,”tandas Zarif. (af/fars)

Baca Juga:

Menhan Iran Nyatakan Negaranya Siap Jalin Perjanjian Militer dan Keamanan dengan Arab Teluk

Iran Tak Akan Tinggal Diam Jika Roket-roket Salah Sasaran Berjatuhan di Wilayahnya

DISKUSI: