Iran Maklumi Kekhawatiran Rusia soal Perluasan NATO

0
371

Teheran,LiputanIslam.com-Kemenlu Rusia mengumumkan, Presiden Vladimir Putin dalam perbincangan telepon dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi telah menginformasikan perkembangan terbaru terkait Ukraina.

Menurut laporan Interfax, Kremlin dalam statemennya menyatakan,”Dengan memerhatikan keputusan untuk melakukan langkah militer demi menjaga warga sipil di Republik Donbass, Putin sesuai hukum internasional dan komitmennya dalam kesepakatan kasih dengan Donbass dan Luhansk telah mengabari Raisi tentang kondisi dinamis di Ukraina.”

Menurut Kremlin, Presiden Iran menyatakan bahwa Teheran memaklumi kekhawatiran keamanan Rusia terkait aktivitas pengganggu stabilitas yang dilakukan AS dan NATO.

Sebelum ini, Kantor Kepresidenan Iran juga mengumumkan, Raisi dalam kontak telepon itu menyebut bahwa perluasan NATO ke arah timur (Eropa) akan memicu ketegangan. Perluasan NATO, kata Raisi, adalah ancaman serius terhadap stabilitas dan keamanan negara-negara merdeka di berbagai kawasan.

Di lain pihak, Rusia melalui jubir Kemenlunya menyebut bahwa negara-negara Barat enggan berdialog, bahkan menghalang-halangi perundingan untuk mengatasi krisis Ukraina.

“Mereka senantiasa mengklaim bahwa kita akan menyerang Ukraina dan mendudukinya. Namun mereka enggan mendiskusikan masalah-masalah keamanan global. Kita sudah mengajukan usulan-usulan, tapi mereka memberikan respon negatif,”kata Maria Zakharova dalam wawancara dengan Russia Today.

Ia menambahkan, sekarang Prancis bersikap sama seperti AS dan mengumumkan tidak akan berunding dengan Rusia. Padahal dahulu Paris mengaku akan berperan sebagai penengah dan penjaga perdamaian. (af/fars)

Baca Juga:

Jerman Hentikan Proyek Pipa Gas, Ancaman Rusia Langsung Terbukti

Iran Nyatakan Pemulihan JCPOA Sudah Sangat Dekat, dan Ada “Pedang” di atas Kepala Pelanggar

DISKUSI: