Iran Bantah Tudingan AS Soal Pelanggaran Kebebasan Beragama

0
259

Teheran,LiputanIslam.com-Jubir Kemenlu Iran menanggapi laporan tahunan “Kebebasan Beragama di Dunia” yang dirilis Kemenlu AS baru-baru ini. Abbas Mousavi menyatakan, laporan tersebut berisi klaim-klaim tak berdasar terkait Iran, terutama tentang kondisi kelompok Yahudi di negara tersebut.

Mousavi menegaskan, tak satu pun klaim-klaim yang disebut dalam laporan itu sesuai dengan kondisi agama-agama yang diakui Iran.

“Pemerintah AS dalam laporannya kembali mengulang tuduhan tak berdasar tentang kebebasan beragama di Iran. Laporan ini menunjukkan tidak adanya pemahaman yang benar terhadap kondisi kebebasan beragama di Iran. Ini dibuktikan dengan digunakannya informasi dari sumber nonkredibel dan anti-Iran dalam laporan tersebut,”tandas Mousavi.

Menurutnya, perilisan laporan itu adalah bentuk intervensi dalam urusan domestik negara-negara lain. “Tindak campur tangan AS seperti ini pantas untuk dikecam,”kata Mousavi.

Jubir Kemenlu Iran menegaskan, negaranya selalu menghormati hak-hak minoritas agama dan mazhab sesuai dengan UUD-nya. Kalangan minoritas di Iran tetap memiliki semua hak sebagai warga, terutama partisipasi politis dan menjalankan keyakinan mereka.

Pada Selasa (28/4) lalu, Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS, yang berada di bawah Pemerintah Federal, menuding Iran melanggar kebebasan beragama. Alasannya, Iran menentang Rezim Zionis dan menyuarakan slogan-slogan anti-Israel, sehingga Iran dianggap sebagai antisemit. (af/alalam)

Baca Juga:

Serdadu AS yang Cedera dalam Serangan Rudal Iran akan Diberi ‘Kompensasi’ Medali

Peluncuran Satelit Militer Iran Tak Terdeteksi Intelijen Asing

DISKUSI: