Intelijen Saudi Propagandis Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
101

Riyadh,LiputanIslam.com-Biro intelijen Saudi sudah sejak lama berupaya untuk menormalisasi hubungan Riyadh dengan Tel Aviv.

Terkait hal ini, intelijen Saudi telah mengutus sejumlah agennya ke Israel untuk bertemu Benyamin Netanyahu (PM Israel). Namun hal yang memprihatinkan adalah nyaris tiadanya reaksi dari masyarakat Saudi, padahal klip-klip video pertemuan ini dipublikasikan oleh berbagai media.

Baru-baru ini tersebar sebuah klip video dari Mohammed Saud, orang yang disebut sebagai blogger Saudi. Klip itu menunjukkan video call Saud dengan Netanyahu. Dilansir oleh Middle East Eye, Saud dalam tweet-nya mengutarakan kegembiraannya karena dihubungi Netanyahu. Dia mendoakan kesuksesan bagi perdana menteri Rezim Zionis dan berharap agar dia “bisa membawa kedamaian di Timur Tengah.”!

Para pegiat medsos dan oposisi Saudi benar saat mereka menyebut Saud sebenarnya adalah agen intelijen Saudi.  Pada hakikatnya, Saud adalah kelinci percobaan untuk mengetahui reaksi opini umum Saudi tentang normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis.

Tak lama setelah kepulangannya dari Israel beberapa waktu lalu, Saudi menjamu sejumlah Zionis di rumahnya di Riyadh. Dia mengunggah foto kunjungan itu, berikut para tamunya, di medsos. Saud dalam berbagai cuitannya mengutarakan kecintaannya kepada Israel dan warganya.

Tujuan para antek seperti Saud adalah mempersiapkan lahan untuk terwujudnya proyek Muhammad bin Salman terkait pemulihan normalisasi hubungan Saudi-Israel. Putra mahkota Saudi adalah orang yang bukan hanya tidak menganggap Israel sebagai penjajah Palestina, tapi secara terbuka menyatakan bahwa orang Yahudi berhak hidup di Palestina sebagai tanah air mereka. Bin Salman adalah orang yang memaksa rakyat Palestina menerima Deal of The Century yang digagas Trump; kesepakatan yang merupakan simbol penghapusan isu Palestina, bahkan negeri Palestina dari peta dunia. (af/alalam)

Baca Juga:

Latihan Perang Iran-Rusia-Tiongkok, Apa Pesan di Baliknya?

Militer Israel Kembali Gertak Iran dengan Perang

 

DISKUSI: