Inilah Poin-Poin Lengkap Respon Trump atas Serangan Rudal Iran

0
176

Washington, LiputanIslam.com, –Setelah lama ditunggu, Presiden AS Donald Trump akhirnya menyampaikan pernyataan resmi sebagai respon atas serangan rudal Iran yang menyasar Pangkalan Militer AS di Ain Al-Asad, Provinsi Al-Anbar, Irak Barat, pada Rabu dini hari WIB (8/1/2020). Diperlukan waktu hampir 24 jam bagi Presiden Trump untuk menyiapkan teks pidato tanggapan tersebut. Berikut ini adalah poin-poin dari pidato lengkap Trump yang disampaikan Rabu tengah malam WIB.

1. Trump kembali mengulang tuduhan bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, dan untuk itu, ia mengatakan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata tersebut

2. Trump membantah berita bahwa ada korban jiwa dari warga atau tentara AS dalam serangan itu. Trump mengatakan, “Warga Amerika seharusnya sangat berterima kasih dan senang karena tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran. Tidak ada korban yang jatuh, semua prajurit selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kita.” Tidak adanya korban tewas itu, menurut Trump disebabkan tindakan pencegahan, penyebaran pasukan, dan sistem peringatan dini [militer AS]  yang bekerja dengan sangat baik.

3. Pasukan Amerika adalah yang terhebat dan selalu siap untuk apa pun. Karena itu, menurut Trump, Iran akan mundur, dan ini merupakan kabar baik untuk seluruh pihak dan kabar sangat baik bagi dunia.

4. Menurut Trump, sejak 1979, negara-negara dunia terlalu mentolerir perilaku destruktif dan destabilisasi Iran di Timur Tengah dan sekitarnya yang diinisiasi Iran. Revolusi Islam Iran diklaim oleh Trump telah menjadi sponsor utama terorisme, dan upaya mereka akan senjata nuklir telah mengancam dunia yang beradab, dan AS tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. Dalam konteks itulah, kata Trump, sebuah tindakan telah diambil pekan lalu. “Kami mengambil tindakan tegas untuk menghentikan seorang teroris kejam yang mengancam kehidupan warga Amerika. Atas arahan saya, militer AS menghilangkan nyawa teroris top dunia, Qasem Soleimani. Sebagai kepala Pasukan Quds, Soleimani secara pribadi bertanggung jawab atas sejumlah kekejaman terburuk,” klaim Trump.

Trump juga menyatakan bahwa Jenderal Qassem Soleimani adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam melatih apa yang ia sebut sebagai pasukan teroris, termasuk Hizbullah, yang melancarkan serangan teroris terhadap sasaran sipil. Trump juga menuduh Jenderal Qassem telah memicu perang sipil berdarah di seluruh wilayah, dan dengan kejam telah melukai dan membunuh ribuan tentara AS, termasuk dengan menanam bom pinggir jalan yang melukai dan mengoyak korban. Salah satu buktinya, menurut Trump adalah peristiwaa serangan terhadap personel AS di Irak yang melukai empat tentara yang sedang bertugas dan membunuh seorang warga Amerika. Trump juga menuduh Jenderal Qasem Soleimani sebagai aktor intelektual serangan terhadap kedutaan AS di Baghdad.

Trump menambahkan, “Dalam beberapa hari terakhir, dia (Soleimani) merencanakan serangan baru kepada Amerika, tapi kami menghentikannya. Tangan orang ini dipenuhi darah orang Amerika dan Iran. Dia seharusnya sudah diberhentikan sejak lama. Dengan menghilangkan nyawa Soleimani, kami telah mengirim pesan yang kuat kepada para teroris: Jika Anda menghargai hidup Anda sendiri, Anda tidak akan mengancam kehidupan orang-orang kami.”

5. Trump dalam pidatonya itu menyampaikan opsi-opsi dalam menanggapi serangan Iran. AS, kata Trump, akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan pada rezim Iran. Sanksi kuat ini akan tetap berlaku sampai Iran mengubah perilakunya. Trump dalam pidatonya itu secara implisit menolak penggunaan militer sebagai respon. Ia mengatakan, “Militer Amerika telah sepenuhnya dibangun kembali di bawah pemerintahan saya dengan biaya $ 2,5 triliun. Angkatan Bersenjata AS lebih kuat dari sebelumnya. Rudal kami besar, kuat, akurat, mematikan, dan cepat. Banyak rudak hipersonik sedang dalam pembangunan. Namun, fakta bahwa kita memiliki peralatan dan militer yang hebat ini tidak  berarti kita harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya. Kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik.”

6. Trump juga melontarkan tuduhannya bahwa Iran adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang terjadi ke fasilitas minyak terbesar milik Arab Saudi dan AS (ARAMCO). Trump mengatakan, “Dalam beberapa bulan terakhir saja, Iran telah menyita kapal-kapal di perairan internasional, menembakkan serangan tidak beralasan ke Arab Saudi, dan menembak jatuh dua pesawat tak berawak A.S. Permusuhan Iran meningkat secara substansial setelah kesepakatan nuklir Iran yang bodoh ditandatangani pada 2013, dan mereka diberi $ 150 miliar, belum lagi $ 1,8 miliar tunai. Alih-alih mengatakan “terima kasih” kepada AS, mereka meneriakkan “Mampus Amerika.” Bahkan, mereka meneriakkan “Mampus Amerika” pada hari perjanjian ditandatangani. Kemudian, Iran melakukan pesta teror, didanai oleh uang dari kesepakatan nuklir itu, dan menciptakan neraka di Yaman, Suriah, Libanon, Afghanistan, dan Irak. Rudal yang ditembakkan tadi malam kepada kami dan sekutu kami telah didanai dengan uang yang diberikan oleh pemerintahan [AS sebelumnya].

7. Secara khusus, Trump membela diri atas keputusan sepihaknya yang keluar dari Perjanjian Nuklir JCPOA; sebuah perjanjian yang ditandatangani AS (di masa kepresiden Obama), Iran, Rusia, Tiongkok, Inggris, Perancis, dan Jerman. Menurut Trump, JCPOA itu mengandung cacat, dan akan segera berakhir. JCPOA, menurut Trump hanya Iran jalan yang jelas dan cepat untuk pelarian nuklir mereka. Iran harus meninggalkan ambisi nuklirnya dan mengakhiri dukungannya untuk terorisme. Waktunya telah tiba bagi Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dan Cina untuk mengakui kenyataan ini.

“Mereka [negara-negara itu] sekarang harus melepaskan diri dari sisa-sisa kesepakatan Iran – atau JCPOA – dan kita semua harus bekerja sama untuk membuat kesepakatan dengan Iran yang membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman dan lebih damai. Kita juga harus membuat kesepakatan yang memungkinkan Iran untuk berkembang dan makmur, dan mengambil keuntungan dari potensi yang sangat besar yang belum dimanfaatkan. Iran bisa menjadi negara yang hebat,” ujar Trump.

8. Dengan mengulang-ulang narasi bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir dan Iran adalah sponsor terorisme, Trump mengatakan bahwa perdamaian dan stabilitas tidak dapat berdiri di Timur Tengah selama Iran terus memicu kekerasan, kerusuhan, kebencian, dan perang. “Dunia yang beradab harus mengirim pesan yang jelas dan terpadu kepada rezim Iran: kampanye teror, pembunuhan, kekacauan Anda tidak akan ditoleransi lagi,” kata Trump.

9. Trump juga memohon kepada sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) agar lebih terlibat dalam isu ini. Trump mengatakan, “Hari ini, saya akan meminta NATO untuk lebih terlibat dalam proses [perdamaian] Timur Tengah. Selama tiga tahun terakhir, di bawah kepemimpinan saya, ekonomi kita lebih kuat dari sebelumnya dan Amerika telah mencapai kemandirian energi. Pencapaian bersejarah ini mengubah prioritas strategis kami. Ini adalah prestasi yang tak pernah terpikirkan oleh seorang pun. Dan opsi di Timur Tengah menjadi tersedia. Kami sekarang adalah produsen minyak dan gas alam nomor satu di dunia. Kami independen, dan kami tidak membutuhkan minyak Timur Tengah.”

10. Trump juga menyatakan bahwa negaranyalah yang berhasil menghancurkan ISIS. Karena ISIS juga musuh Iran, menurut Trump, mestinya kedua negara (AS dan Iran) bekerja sama dalam memerangi tindak terorisme di kawasan Timur Tengah. Trump mengatakan, “Tiga bulan lalu, setelah menghancurkan ISIS dan kekhalifahan teritorialnya hingga 100 persen, kami membunuh pemimpin biadab ISIS, Al-Baghdadi, yang bertanggung jawab atas begitu banyak kematian, termasuk pemenggalan massal orang-orang Kristen, Muslim, dan semua yang menghalangi jalannya. Dia adalah monster. Al-Baghdadi terus mencoba membangun kembali kekhalifahan ISIS, dan gagal. Puluhan ribu kombatan ISIS telah terbunuh atau ditangkap selama pemerintahan saya. ISIS adalah musuh alami Iran. Penghancuran ISIS baik untuk Iran, dan kita [AS dan Iran] harus bekerja bersama dalam hal ini dan prioritas bersama lainnya.”

11. Di akhir pidatonya, Trump menyampaikan seruan kepada masyarakat dan para pemimpin Iran. Trump mengatakan bahwa bangsa Iran memiliki masa depan hebat yang layak mereka dapatkan, yaitu kemakmuran di negara sendiri dan harmoni dengan negara-negara di dunia. Amerika Serikat, kata Trump, siap merangkul pihak manapun yang mencari perdamaian. (ra/CNN)

Baca:
Pasca Pembunuhan Jenderal Soleimani, NATO Mulai Hengkang dari Irak

Pasca Pembunuhan Jenderal Soleimani, NATO Mulai Hengkang dari Irak

Pakar AS: Tak Ada Presiden AS yang Setakut Trump terhadap Perang

DISKUSI:
SHARE THIS: