Pakar AS: Tak Ada Presiden AS yang Setakut Trump terhadap Perang

0
139

Washington,LiputanIslam.com-Seorang analis AS pada hari Rabu (8/1) menyebut pidato Donald Trump sebagai tanda kelemahan dan ketakutannya terhadap perang.

“Saya katakan ini sekali lagi. Dibandingkan presiden-presiden kontemporer AS lain, Trump paling takut kepada perang. Dia tidak menentang perang, tapi ngeri kepada perang. Dia tahu bahwa perang akan mengakhiri masa kepresidenannya,”cuit Bill Palmer dalam akun Twitter-nya.

“Dunia bisa mengendus ketakutan Trump kepada perang. Sebab itu, negara-negara seperti Iran dan Korut selalu bisa mengalahkannya dengan mudah,”imbuhnya.

Melalui artikel di situs pribadinya (palmerreport.com), Palmer mengkritik pidato Trump dan menyatakan, dia jelas-jelas terlihat panik dan terguncang.

“Dalam pidatonya hari ini (semalam, red) tampaknya Trump dalam keadaan setengah bernyawa. Dia terus berbicara terputus-putus, nafasnya terengah-engah, dan kerap keliru mengucapkan kata,”tulis Palmer.

Menurut Palmer, Trump dalam pidatonya juga menyinggung rudal-rudal supersonik AS, padahal itu bagian dari informasi rahasia.

Trump, yang sebelum ini berkoar akan menyerang sejumlah situs di Iran, dalam pidato pertamanya usai serangan rudal Iran mengambil sikap mundur dari ancaman militer atas Teheran. Dia bicara soal keharusan berdamai dengan Iran, mengurangi serdadu AS di Timteng, dan kepentingan bersama AS-Iran dalam memerangi ISIS. (af/fars)

Baca Juga:

Iran Serang Pangkalan Militer AS, Trump: ‘All is well’

Rudal Iran Tewaskan 80 Teroris AS di Ayn Al-Asad

 

DISKUSI: