Presiden Azerbaijan: Konflik Nagorno-Karabakh Harus Diselesaikan Sekarang Juga

0
103

Suasana kota Stepanakert, Nagorno-Karabakh, pada 3 Oktober 2020 . © AFP

Baku, LiputanIslam.com–Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, memperingatkan bahwa negaranya tidak bisa melakukan negosiasi ‘sia-sia’ dengan Armenia atas sengketa Nagorno-Karabakh.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera yang dirilis pada hari Sabtu (3/10), Presiden Aliyev mengatakan bahwa Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) di Nagorno-Karabakh, yang diketuai bersama oleh AS, Prancis dan Rusia, “telah bekerja selama 28 bertahun-tahun untuk memediasi solusi, tetapi tidak berhasil. ”

Karena itu, ia berharap solusi konflik antara Azebaijan dan Armenia harus ditemukan “secepat mungkin”.

“Kami tidak dalam posisi untuk mendengarkan pernyataan seperti ‘Hentikan, kami akan bekerja [dengan Anda], kami akan bernegosiasi, kami akan membantu.’ Kami telah mendengar ini berkali-kali. Kami tidak punya waktu untuk menunggu 30 tahun lagi. Konflik harus diselesaikan sekarang,” tuturnya.

Perselisihan selama puluhan tahun atas Nagorno-Karabakh berujung kekerasan pada 27 September, ketika Armenia dan Azerbaijan saling menyalahkan atas agresi di sepanjang perbatasan.

Pertempuran sengit berlanjut hingga menyebabkan kematian pasukan Armenia dan Azerbaijan, serta korban sipil. Sejumlah bangunan, termasuk rumah sakit, rusak akibat baku tembak di ibu kota Nagorno-Karabakh pada hari Jumat lalu.

Presiden Aliyev mengatakan kepada Al Jazeera bahwa diskusi antar kedua pihak tidak akan berarti hingga Armenia setuju untuk mengembalikan “wilayah pendudukan ke Azerbaijan.”

Sementara itu, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan kepada kantor berita The Globe and Mail bahwa “gencatan senjata hanya dapat dilakukan jika Turki disingkirkan dari Kaukasus Selatan.” (ra/rt)

 

DISKUSI: