Ingin Berunding dengan Israel, Abbas Khianati Syuhada dan Tawanan Palestina

0
120

Ramallah,LiputanIslam.com- Analis politik Israel Nahum Barnea membocorkan, baru-baru ini Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) di Ramallah mengirim surat rahasia ke Tel Aviv.

Mengutip dari forum-forum politik di Tel Aviv dan Washington, Barnea menulis bahwa PNA dalam surat itu menyatakan, ”Kami siap berunding untuk mengganti kebijakan PNA perihal pemberian bantuan finansial kepada keluarga syuhada dan tawanan Palestina.”

Analis di harian Yedioth Ahronoth ini menambahkan, Presiden PNA Mahmoud Abbas bahkan telah menentukan seorang pejabat untuk berunding dengan Tel Aviv. Di saat bersamaan, AS yang mengetahui surat ini, juga telah melantik seorang utusan untuk perundingan ini.

Berdasarkan informasi dari sumber-sumbernya, Barnea menulis bahwa di lain pihak, Pemerintahan Naftali Bennett tidak mengacuhkan surat dari PNA tersebut.

Menurut Barnea, tuduhan terberat Pemerintahan-pemerintahan Israel kepada PNA adalah “terorisme”. Ia menulis, ”PNA secara dermawan membantu keluarga ‘para teroris’ yang dipenjara atau tewas. Dalam pandangan orang-orang Israel, tindakan PNA ini adalah imbalan dan stimulan untuk terorisme. Secara praktis, ini menunjukkan realita PNA.”

“Namun dalam pandangan orang-orang Palestina, tindakan ini adalah bantuan untuk keluarga-keluarga yang kehilangan pencaharian mereka, serta merupakan komitmen moral bagi orang-orang yang dianggap sebagai pahlawan.”

“Semua pihak bisa dimaklumi. Abbas terjebak antara kerja sama harian dengan Israel dan penumpasan terorisme serta tekanan domestik. Para diplomat AS berusaha melegitimasi PNA di forum-forum Partai Demokrat, Kongres, dan Pemerintah Israel. Mereka tahu bahwa ada tawaran-tawaran tertentu yang sulit diterima di dalam masyarakat Israel.”

Barnea menambahkan, ketika Bennett menjelaskan alasan keengganannya menemui Abbas, ia melontarkan topik pemberian bantuan finansial PNA untuk keluarga syuhada dan tawanan. Hal ini disebut Barnet sebagai “alasan yang kuat”. (af/fars)

Baca Juga:

Peringatkan Israel, Resistansi Palestina: Perang 12 Hari Bisa saja Terulang

Pasukan Israel Bunuh Satu Pemuda Palestina dan Lukai 130 Lainnya di Tepi Barat

 

DISKUSI: