KuwaitCity,LiputanIslam.com-Seiring berjalannya waktu, kebohongan presiden dan kementerian pertahanan AS soal tidak adanya korban akibat serangan rudal Iran terus terungkap lebih gamblang.

Setelah harian Washington Post membocorkan terlukanya sejumlah serdadu AS seminggu usai serangan ke Ayn al-Asad, situs berita Defense One pada 17 Januari lalu mengakui bahwa sedikitnya 11 serdadu Paman Sam terluka akibat pembalasan Iran. Kabar terbaru yang dinukil harian Kuwait menyebutkan, 16 serdadu AS yang terluka telah dibawa ke negara tersebut.

Dalam edisi 19 Januari 2020, al-Qabas memberitakan bahwa beberapa hari lalu, serdadu-serdadu AS itu dipindahkan ke salah satu rumah sakit militer di Arifjan, selatan Kuwait.

“Para korban luka dievakuasi dari Irak ke pangkalan udara Ahmed al-Jabir dengan sebuah helikopter militer yang dikawal ketat. Mulanya mereka dibawa ke rumah sakit militer khusus pasukan AS di Arifjan dan menjalani operasi bedah. Mereka masih dalam perawatan khusus,”tulis al-Qabas.

Menurut sumber-sumber al-Qabas, sebagian serdadu itu mengalami luka parah dan lainnya semiparah. Beberapa dari mereka mengalami luka bakar, sementara sebagian lain terkena pecahan proyektil.

Harian Kuwait ini melaporkan, para serdadu itu ditangani tim medis khusus AS. Sebagian besar pangkalan udara Ahmed al-Jabir dikhususkan bagi pasukan AS dan sekutunya, dan bagian dari MOU pertahanan yang ditandatangani Kuwait, AS, dan negara-negara sahabatnya.

Al-Qabas juga melaporkan, sejumlah serdadu AS lain juga terluka akibat serangan rudal Iran. Namun mereka hanya dirawat di Irak, karena hanya mengalami cedera ringan sehingga tak perlu dievakuasi ke Kuwait. (af/fars)

Baca Juga:

Inggris Jatuhkan Sanksi terhadap Hizbullah atas Permintaan Israel

Rusia: Iran Dapat Laporan Kemungkinan Serangan F-35 AS Sebelum Insiden Pesawat Ukraina

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*