Ingin Monopoli Kepemilikan F-35 di Timteng, Israel Menentang Penjualannya ke UEA

0
73

TelAviv,LiputanIslam.com-Harian Israel, Haaretz, melaporkan bahwa Kabinet Rezim Zionis meminta kepada AS agar tidak menjual jet F-35 kepada UEA, selama Abu Dhabi belum melakukan tindakan sebagai bukti normalisasi.

Mengutip dari sejumlah petinggi Israel, Haaretz menulis bahwa permintaan Kabinet Israel ini didasari kekhawatiran akan perundingan diam-diam Washington dengan negara-negara Arab Teluk. Tel Aviv takut AS akan menjual senjata-senjata militer canggih kepada negara-negara Arab tanpa memberitahu pihak keamanan Israel.

Menurut petinggi Israel, negara-negara Arab Teluk telah menekan Tel Aviv agar menghentikan penolakannya terhadap penjualan senjata-senjata AS kepada mereka.

Haaretz menulis, PM Israel Benyamin Netanyahu telah menyetujui penjualan perangkat modern dan berteknologi tinggi kepada UEA, menyusul dideklarasikannya normalisasi Abu Dhabi-Tel Aviv. Meski demikian, Netanyahu masih menentang penjualan F-35 buatan AS kepada UEA.

Israel, tulis Haaretz, menghendaki bahwa ia adalah satu-satunya pihak di Timur Tengah yang memiliki jet tersebut.

Di sisi lain, Israel dikabarkan tengah berupaya mewujudkan penerbangan langsung ke UEA, menyusul deklarasi normalisasi hubungan Tel Aviv-Abu Dhabi.

Media-media Rezim Zionis mewartakan bahwa PM Benyamin Netanyahu telah mengonfirmasi upaya tersebut.

Dalam pidatonya di bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Netanyahu berkata bahwa penerbangan langsung ini akan dilakukan melalui zona udara Saudi.

“Ini adalah perjalanan jarak pendek, hanya tiga jam, kurang lebih seperti perjalanan ke Roma. Namun perjalanan singkat ini akan mengubah ekonomi dan penerbangan Israel,” imbuh Netanyahu. (af/fars)

Baca Juga:

Pejabat AS Perkirakan Saudi akan Susul UEA Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Gargash: Normalisasi Hubungan UEA-Israel Bukan untuk Bentuk Kelompok Kontra Iran

DISKUSI: