Gempa Politik Guncang Tunisia

0
468

Tunis,LiputanIslam.com-Sumber-sumber media pada Senin dini hari (26/7) mengabarkan, Presiden Tunisia Keis Saied mengumumkan pemecatan PM Hichem Mechichi, pembekuan aktivitas Parlemen, dan pencabutan kekebalan hukum para legislator.

“Saya memutuskan untuk mengatur badan eksekutif dengan bantuan Perdana Menteri yang saya pilih sendiri,”ujar Saied.

Sejumlah media mengabarkan, Saied melakukan aksi mirip kudeta ini dengan dukungan Tentara Tunisia.

Al-Jazeera melaporkan, Ketua Parlemen Tunisia langsung bereaksi dan menyebut tindakan Saied ini sebagai langkah untuk menghancurkan Revolusi Tunisia, juga kudeta terhadap UUD negara tersebut.

Saied juga memberi peringatan kepada para pendemo. Ia berkata, jika mereka ingin menghadapi Pemerintah dengan senjata, mereka akan dibalas dengan tembakan peluru.

Saat ini, unjuk rasa yang memprotes pemecatan Mechichi dari kursi Perdana Menteri tengah berlangsung.

Wakil Ketua kelompok al-Nahda Tunisia, Ali al-Araide mengatakan, tindakan yang dilakukan Saied adalah sebuah kudeta terhadap lembaga pemerintahan.

Ia menegaskan,”Situasi sangat tidak stabil dan kabur. Kami berusaha untuk membuat Tunisia tetap merdeka dan demokratis.”

Terkait nasib Mechichi, al-Araide mengatakan bahwa tak seorang pun mengetahui tempat ia ditahan. Namun ia meyakini bahwa Mechichi ditahan di Istana Kepresidenan. (af/alalam)

Baca Juga:

Mesir Diam-Diam Hubungi Hizbullah, Bahas Isu Gaza, Krisis Libanon dan Iran

Teheran Sebut Komisaris HAM PBB Tak Berwenang Komentari Krisis Air Khuzestan

 

DISKUSI: