Washington,LiputanIslam.com-Salah satu kandidat Partai Demokrat untuk pilpres AS mendatang mengecam keras pembunuhan atas Qassem Soleimani.

Dilansir oleh Washington Times, Tulsi Gabbard menyebut teror atas komandan Pasukan Quds IRGC itu melanggar konstitusi AS. Pentagon sendiri telah mengakui bahwa instruksi serangan diberikan oleh Donald Trump.

“Ini jelas sebuah tindakan perang yang dilakukan presiden ini (Trump). Tindakan ini melanggar UUD, lantaran dilakukan tanpa izin atau pengumuman perang dari Kongres,”kata Gabbard.

“Serangan ini akan memicu tindakan balasan yang keras. Iran akan memberi respon serius dan membuat kita kian terperosok di rawa ini. Pertanyaannya adalah kenapa (serangan ini dilakukan)?”lanjutnya.

Gabbard, yang pernah hadir di perang AS-Irak, menyatakan,”Sudah sejak lama saya katakan, perang dengan Iran akan membuat perang AS di Irak dan Afghanistan seperti sebuah piknik. Tidak ada pengumuman perang atas Iran sama sekali, dan menurut saya, ini adalah poin penting.”

Pada Jumat (3/1) dini hari kemarin, serangan udara AS di sekitar bandara Baghdad menewaskan Soleimani serta sejumlah personel IRGC dan al-hashd al-Shaabi. Abu Mahdi al-Muhandis (petinggi al-Hashd al-Shaabi) juga gugur akibat serangan tersebut.

Kejadian ini kontan memicu gejolak di Timur Tengah, bahkan dunia. Banyak pihak yang mengkhawatirkan terjadinya sebuah perang besar antara Iran dan AS. Kemarin tagar Perang Dunia III bahkan sempat menjadi trending topic dunia. (af/fars)

Baca Juga:

Iran: Teror atas Soleimani adalah Blunder Strategis Terbesar AS di Timteng

Kepanikan AS dan Israel Pasca Pembunuhan Soleimani

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*